Berkas Kurang, Sidang Mundur

DIUNDUR : Sidang pembebasan lahan tol Malang-Pandaan harusnya berlanjut dengan pembuktian. (SISCA ANGELINA/MALANG POST)


Tol Mapan

MALANG- Sengketa perselisihan atas pembebasan tanah warga Madyopuro untuk jalan tol Malang – Pandaan akhirnya bermuara di meja hijau Pengadilan Negeri (PN) Malang, setelah mediasi gagal dilakukan dan berlanjut pada sidang pembuktian, kemarin.
Kuasa hukum warga Madyopuro, Sumardhan SH., mengatakan kemarin sudah dilakukan sidang pertama dengan agenda pembuktian di depan hakim saat dimintai keterangan seusai sidang.  Ia menjelaskan sebenarnya akan membuktikan beberapa hal penting.
Termasuk identitas warga yang menggugat serta membawa lampiran surat dari kementerian yang mengimbau agar ada peninjauan ulang harga, dan itu tidak pernah dilakukan tim Panitia Pengadaan Tanah (P2T).
“Kami juga membuktikan adanya putusan PN Jakarta Utara soal pembebasan lahan untuk jalan tol, dan kasusnya sama seperti yang terjadi di Madyopuro,” ungkap Sumardhan.  Pembuktian yang paling krusial, adalah adanya perbedaan harga tanah yang sangat mencolok.
“Intinya kami ingin membuktikan bahwa pihak panitia pembebasan tanah ini tidak becus menjalankan tugasnya. Termasuk ada anggota DPRD yang akan jadi saksi masalah ini nantinya,” tukasnya.
Sementara itu, salah satu majelis hakim, Rightmen MS Situmorang SH menerangkan bahwa kelengkapan berkas penggugat maupun tergugat pada persidangan tersebut sudah mencapai 80 persen.
Beberapa berkas yang dibutuhkan dalam persidangan pembuktian ini dianatranya adalah berkas tanah, sertifikat kepemilikan tanah dan surat identitas lainnya. “Untuk kasus perdata seperti ini membutuhkan waktu 30 hari untuk penyelesaiannya,” tegasnya.
Ia menambahkan, dikarenakan sidang pada kali ini belum sempurna berkas yang dibutuhkan, sidang masih akan dilanjutkan esok hari, Kamis (hari ini) dengan mengumpulkan berkas data yang belum lengkap. (ica/mar)