Berobat DB dari Hasil Curian di Indekosan


Tersangka FA (29) warga asal Kabupaten Kotabaru Kalsel, diamankan petugas Polsek Lowokwaru karena mencuri barang milik teman indekosan. (Foto Sisca Angelina/malang post)

MALANG - Hati-hatilah meninggalkan kamar indekosan atau kontrakan, setiap hendak mudik dalam jangka waktu cukup lama. Jika tidak, bisa memberi kesempatan pencuri menguras barang-barang berharga. Halnya dialami penghuni Asrama Mahasiswa Kalimantan, Ahfil (20), yang kehilangan hp dan laptop di kamarnya.
Kanit Reskrim Polsek Lowokwaru, AKP M. Roichan mengatakan, kejadian tersebut diketahui saat korban sudah kembali dari mudiknya pada 22 Juli lalu. “Jadi korban ini mudik pada 1 juli, baru kembali Jumat lalu dan mendapati kamarnya tidak terkunci. Sebuah HP dan laptop di dalam kamarnya, juga hilang,’’ ungkap Roichan, Rabu kemarin.
Korban warga asal Jalan Karya Utama, Pulau Laut Utara Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. Menurut polisi, sasaran kecurigaan Ahfil mengarah pada FA, teman indekosan yang selama liburan lebaran justru tak ikut mudik.
Kemudian, korban mencari keberadaan FA yang sedang bermain di salah satu warnet sekitar asrama Jalan Bantaran Barat, Kecamatan Lowokwaru.“Setelah mendapati, FA langsung diintrograsi dan mengakui perbuatannya yang selanjutnya dibawa ke Mapolsek,’’papar Roichan.
Dalam pemeriksaan polisi, tersangka behasil masuk kamar korban dengan cara mencongkel grendel pintu menggunakan obeng. Dan dari hasil penjualan hp dan laptop sebesar Rp 2,1 juta, dihabiskan membeli baju lebaran dan kebutuhan anaknya.
Tersangka diketahui merupakan duda beranak satu, tambah Roichan. Selain itu, dia bukanlah penghuni asli Asrama Kalimantan tersebut, melainkan hanya menumpang.  “ Saya juga butuh uang berobat, karena saat itu kena DB,” aku AF warga Jalan Putri Jalahea Desa Baharu Selatan, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan ini.(ica/lyo)