Bersih Desa, Kesurupan Massal


BLITAR - Kesurupan massal mewarnai bersih desa di Kota Blitar. Peserta yang kesurupan ini berteriak-teriak, menangis, bahkan ada yang mengamuk. Namun setelah diberi doa dan minyak wangi oleh sesepuh desa, peserta yang kesurupan baru sadar.
Kesurupan massal ini terjadi di Makam Adipati Aryo, sesepuh Kelurahan Blitar Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar serta merupakan adipati pertama di Blitar. Para peserta yang akan memasuki makam, mulai menangis, merangkak dan bahkan mengamuk.
Namun saat berada di dalam lingkup makam, kesurupan semakin menjadi-jadi.  Tidak hanya peserta dewasa saja yang kesurupan, bahkan peserta anak-anak juga banyak yang kesurupan. Oleh sesepuh desa setempat dan dibantu oleh panitia, peserta yang kesurupan dibacakan doa-doa secara adat Jawa.
Tidak jarang peserta yang kesurupan terus meronta-ronta dan sukar disembuhkan. Peserta yang sukar disembuhkan, kemudian dibawa pulang. Menurut panitia, Nur Ali, kesurupan massal ini memang sudah menjadi bagian dari tradisi bersih desa ini.
Pasalnya, peserta yang ikut dalam ritual bersih desa ini, terlalu menghayati dan bersemangat hingga tidak peduli lagi dengan kondisi tubuh dan jiwanya. “Meski kesurupan, namun hal ini tidak membahayakan bagi peserta ritual,” katanya.
Meski banyak peserta bersih desa yang kesurupan, namun warga tidak takut menonton ritual ini. Justru warga sangat menikmati tontonan ini. Ritual bersih desa dimulai dari depan Kelurahan Blitar, yang diikuti oleh seluruh warga Blitar dan finish di Makam Adipati Aryo Blitar. (jpnn/mar)