Bongkar Mafia Penipuan CPNS

SURABAYA - Polrestabes Surabaya membongkar praktik penipuan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkungan Kejaksaan Negeri Surabaya. Modusnya, pelaku yang sehari-hari berprofesi sebagai makelar mobil bekas ini, meyakinkan korbannya bahwa pelaku bisa memuluskan tes CPNS, dengan membayar uang sekitar Rp 200 juta lebih. Namun setelah jangka waktu yang ditentukan, korban juga tak kunjung diterima dan pelaku pun tiba-tiba menghilang. Setelah ditangkap di rumahnya di kawasan Lowokwaru Malang, Agus Santoso, 40, langsung dibawa ke Mapolrestabes Surabaya, kemarin sore. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai makelar mobil bekas ini, ditangkap Unit Resmob Polrestabes Surabaya, lantaran terlibat kasus penipuan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkungan Kejaksaan Negeri Surabaya. Dari keterangan sementara kepada penyidik, Agus Santoso mengaku telah terlibat praktik penipuan yang dilakukan kepada M. Rodji, 22, warga Tanah Merah Kedinding Surabaya. Tersangka mengaku bisa memuluskan tes CPNS Kejaksaan, dengan membayar uang sekitar Rp 200 juta. Sementara itu, Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya Kompol Bayu Indra Wiguno menegaskan bahwa praktik penipuan ini merupakan jaringan yang melibatkan lebih dari satu orang. Dari hasil keterangan tersangka, Agus Santoso, ia menyetorkan uang kepada orang di Jakarta. Orang itu diyakini mampu memasukkan korban ke lingkup CPNS Kejaksaan Negeri Surabaya, senilai Rp 200 juta, dan tersangka mendapat bagian Rp 37,5 juta . Namun setelah jangka waktu yang ditentukan, korban juga tak kunjung bekerja. Polisi akan terus mengembangkan kasus ini, dengan memburu tersangka berinisial J, yang diduga otak dibalik maraknya kasus penipuan CPNS di lingkungan Kejaksaan Negeri Surabaya. Sementara dari tangan tersangka , polisi menyita barang bukti berupa formulir pendaftaran CPNS Kejaksaan Negeri Surabaya palsu serta sejumlah buku rekening dan bukti transfer uang tunai. (jpnn/mar)