Mohon Ma'af, website sedang perbaikan.
Dapatkan Update Berita Terbaru di :
        www.malangpost.net

Bos Koperasi Nyerah Masuk LP

MALANG -Takut dijemput paksa, akhirnya  bos Koperasi BMT-PSU (Baitul Maal wat Tamwil Perdana Surya Utama), Anharil Huda Amir, kemarin resmi menjadi penghuni Lapas Kelas I Lowokwaru Malang. Dia dieksekusi, setelah dua kali dipanggil jaksa penuntut umum (JPU) selaku eksekutor.
    Duduk di kursi roda, pimpinan Koperasi BMT-PSU Jalan Sukarno Hatta, itu terlihat lesu. Dia diantar anggota keluarganya menghadap  JPU, untuk menjalani hukuman 4 tahun penjara sesuai putusan majelis hakim PN Malang, beberapa bulan lalu.
   JPU Trisna Ulan pun, mengawal Anharil ke LP sambil membawa berkas-berkas. Dia mengatakan sudah dua kali pihaknya memanggil Anharil. “ Pemanggilan pertama tidak direspon, karena Anharil sedang dirawat di RS Sidoarjo. Beberapa minggu lalu, kami berikan surat pemanggilan kedua. Sebenarnya jika hari ini (kemarin) tidak direspon, kami sudah menyiapkan panggilan ketiga,” papar Trisna, ditemui di Lapas Lowokwaru, Senin (8/8).
    Trisna menambahkan, karena Anharil memiliki itikad baik, maka pihaknya memberikan pendampingan sekaligus penjelasan kepada pihak Lapas, agar mendahulukan pemeriksaan kesehatan Anharil, sebelum dijebloskan dalam sel.
    Pasalnya, Anharil sendiri datang dalam keadaan dibantu kursi roda, tambah Trisna. Atas dasar tersebut, pihak Kejaksaan juga meminta Anharil dirawat lebih dulu di Klinik Lapas sampai kondisinya mumpuni untuk masuk sel.
     Kepala Lapas Kelas I Lowokwaru Malang, Krismono membenarkan bahwa Anharil sudah resmi menjadi napi binaannya, dan akan diberikan perawatan medis terlebih dahulu.
“Kami juga harus memastikan, apakah napi sehat dan bisa masuk ke sel. Saat ini, kemungkinannya dia (Anharil) masih akan kami tempatkan di klinik terlebih dahulu. Karena sesuai rekam medis, napi ini memiliki sejarah jantung koroner,” jelas Krismono.
    Begitu nanti Anharil dinyatakan sehat, barulah pihak Lapas akan memberi waktu berorientasi dalam program Penaling (Pengenalan Lingkungan) semacam orientasi lingkungan.
    Krismono pun masih akan koordinasi dengan pihak kejaksaan, untuk menentukan masa tahanan yang kemungkinan tidak sepenuhnya menjalani 4 tahun sesuai vonis. Hal itu karena, pria yang selama sidang diburu oleh nasabah eks koperasi yang dipimpin itu, status sebelumnya menjadi tahanan rumah.
“ Kemungkinan ada pengurangan, atau paling tidak dia akan menjalani 3 tahun di Lapas,” pungkas Krismono.
     Sebelumnya (16/6) mantan General Manager BMT-PSU ini divonis empat tahun penjara. Majelis hakim yang diketuai Rina Indrajanti, menilai Anharil terbukti secara sah melakukan tindak pidana penggelapan uang nasabah. (ica/lyo)

Please publish modules in offcanvas position.