Butuh Belanja Lebaran, Malah Ditahan


Tersangka Samsu (Ist/Malang Post)

DAMPIT - Sudah ratusan tahun, momen Idul Fitri telah mampu menjadi magnit yang begitu dasyat untuk berkumpulnya keluarga, famili, kerabat maupun sahabat tanpa peduli sedang sedang berada di seberang lautan. Namun pekan depan, tradisi itu justru tak dinikmati oleh Samsu, 44 tahun.
Sebaliknya, warga Dusun Lambang Kuning, Desa Majang Tengah, Kecamatan Dampit, itu tak bisa berlebaran di rumah bersama keluarganya, lantaran geraknya sedang dibatasi di dalam Rutan Polsek Dampit.
Samsu ditangkap polisi di rumahnya, dengan tuduhan  mencuri kayu. Tak tanggung-tanggung, blandong satu ini mencuri lima batang kayu jati  di wilayah hutan Majang Tengah. Barang bukti yang disita, juga
lima gelondong jati. " Tanpa perlawanan Samsu kami ringkus di rumahnya," ujar Kanitreskrim Polsek Dampit, Ipda Soleh Mashudi.
Sebelumnya, polisi mendapat informasi bahwa di hutan Desa Majang Tengah, kerap terjadi pencurian kayu. Polisi pun bergerak menyisir hutan jati tersebut bersama Polisi Hutan. Nah, saat itulah Samsu sedang ngangkut gelondongan jati menggunakan motornya, keluar dari hutan.
Begitu disergap, Samsu justru berhasil kabur. Esok harinya, polisi beralih meringkusnya di rumah tersangka." Alasan tersangka, kayu jati yang dia curi akan dijual kepada seseorang. Uang hasil jualan kayu sedianya akan digunakan belanja lebaran," jelas mantan Kasubag Humas Polres Malang ini.(agp/lyo)