Camat Pusing Perangkat Desa Rembun

MALANG - Camat Dampit, Suliadi kemarin mendatangi Polres Malang. Kedatangannya untuk mengajukan penahanan lima perangkat Desa Rembun, yang ditahan Polres Malang terkait kasus korupsi Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona), sejak Rabu (13/7) lalu.
Pengajuan penangguhan penahanan tersebut, karena sejak lima perangkat desa tersebut ditahan, pelayanan administrasi menjadi terhambat. Apalagi, Kepala Desa Rembun Ahmad Soleh, juga lebih dulu masuk penjara karena kasus yang sama.
Soleh divonis Pengadilan Tipikor Surabaya, hukuman penjara 2 tahun 6 bulan serta denda Rp 50 juta dengan subsider 3 bulan. Menurut Suliadi, pengajuan penangguhan penahanan tersebut, adalah bentuk tanggungjawabnya yang membawahi pemerintahan di bawahnya.
Alasan penangguhan, karena tenaga kelima perangkat tersebut masih sangat dibutuhkan untuk pelayanan kepada masyarakat. Kelimanya masih menjadi perangkat aktif. "Kami hanya memfasilitasi pengajuan penangguhannya saja,” ungkapnya.  
“Sedangkan untuk penjamin penangguhan, tetap dari pihak keluarganya,” kata mereka. Dikatakannya, sejak kelima perangkat Desa Rembun ditahan, pelayanan administrasi telah terganggu. Ia berharap penangguhan yang diajukan bisa diterima.
Namun jika ditolak, akan memanfaatkan perangkat desa yang tersisa. “Jika tenaga yang tersisa kewalahan, maka kami Kecamatan Dampit yang akan memback up tenaga. Yang jelas, kami sudah berusaha mengajukan penahanan. Keputusannya tergantung pihak kepolisian,” urainya.
“Kami hanya ingin, supaya pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan," pungkas dia.  Dalam surat permohonan penangguhan penahanan itu, mengatakan bahwa Camat Dampit dan keluarganya sebagai penjamin.
Alasan penangguhan, karena kelimanya masih perangkat aktif dan tenaganya sangat dibutuhkan. Selain itu, keluarga menjamin bahwa kelima tersangka tidak akan melarikan diri. Polisi masih fokus pada keenam tersangka yang ditahan. Soal apakah ada tersangka baru, tunggu hasil pemeriksaan keenam tersangka.
Polres Malang Rabu (13/7) lalu telah menahan enam orang dalam kasus korupsi Prona Desa Rembun. Lima diantaranya adalah perangkat desa aktif, dan satu lagi adalah masyarakat umum. Keenamnya adalah Suyono, Kusmiar, Wiyono, Paiman, Nyana serta Jupri Akhir. (agp/mar)