Curi Cengkeh Tetangga Sendiri

BLITAR - Empat kali terjadi aksi pencurian di gudang cengkeh, tak membuat korbannya curiga kalau pelakunya diotaki orang yang dikenalnya. Namun, begitu pelakunya tertangkap, korban kaget karena pelakunya tak lain tetangganya sendiri, yang juga mantan tukang bangunan. Pelakunya adalah Siswandi alias Gudel, 65, dan Waras, 51, keduanya warga Dusun Sumberbendo, Desa Bumirejo, Kecamatan Kesamben, Blitar. Mereka ditangkap di rumahnya masing-masing, dini hari kemarin. Mereka empat kali mencuri cengkeh dari gudang milik Suraji, 80, tetangganya sendiri. Yang terakhir, mereka beraksi pada Januari 2016 lalu. Selama empat kali beraksi, mereka berhasil menggondol empat karung cengkeh kering senilai Rp 80 juta. "Setiap aksinya, mereka mencuri dua karung. Itu dibawa dengan dibonceng sepeda motor, karena jarak gudang dengan rumahnya cukup dekat," kata Kasatreskrim Polres Blitar, AKP Lahuri. Terungkapnya kasus pencurian itu berawal dari kejelian petugas saat melakukan olah TKP. Sebab, setiap terjadi pencurian, pelakunya tak meninggal bekas, seperti mencongkel atau merusak pintu gudang. Namun, pelakunya selalu berhasil masuk dan membawa dua karung cengkeh. Dari olah TKP itu, menurut Lahuri, dirinya menemukan dua potong kayu reng yang tak dipaku. Keduanya berukuran sekitar 50 centimeter atau selebar tubuh manusia. Itu hanya ditumpangkan pada kayu usuk dengan menyantol pada reng yang terpaku. Dari temuan itu, petugas curiga, kalau hal itu sebuah kesengajaan. Ditambah, pencurinya seperti paham betul dengan situasi rumah korban, yang bersebelahan dengan gudang itu. Sebab, pencurian itu terjadi setiap korban tak ada atau setiap korban berobat ke rumah sakit di Kota Malang. Berawal dari kecurigaan itu, Lahuri melakukan penyelidikan terhadap keberadaan mantan tukang gudang itu. Mudahnya, aksi penyelidikan karena dia itu tetangga korban sendiri, sehingga mudah diketahui kehidupannya setiap hari. Hasilnya, meski jarang bekerja, namun kehidupannya cukup lumayan cukup. Lebih-lebih, Gudel diketahui pernah menjual cengkeh ke pengepul cengkeh sebanyak empat kali. Itu kiat menguatkan kecurigaan petugas. Kepada petugas, Gudel mengaku tergoda berbuat jahat saat dipercaya jadi tukang gudang itu. Untuk melancarkan aksinya, ia merancangnya, dengan memotong dua reng seukuran tubuhnya. Agar tetap kuat reng ditumpangi genteng, ia menumpangkannya di usuk. (so/mar)