Dicerai Istri Karena Jadi Penipu Ulung


Sepak terjang Ahmad Sufandi selama ini memang dikenal sebagai penipu ulung. Selain menipu Calon Jamaah Haji (CJH) di Kecamatan Dau, dia juga diketahui melakukan sejumlah penipuan di Kecamatan Jabung. Penipuan itu dilakukan, saat dirinya tinggal bersama mertuanya di Jalan Diponegoro, Desa Kemantren, Kecamatan Jabung.
Menurut informasi yang berhasil dihimpun Malang Post, tersangka Ahmad Sufandi ini sebenarnya merupakan warga Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir. Namun, dia mempersunting istrinya Sri Winarni yang berdomisili di Jabung. Secara otomatis, tersangka pindah domisili dan tinggal bersama mertuanya bernama Sutin di tempat itu.
Menurut Ketua RT 01, Jalan Diponegoro, Desa Kemantren, Kecamatan Jabung, Rohman menjelaskan, bahtera rumah tangga Ahmad Sufandi dan istirnya tidak bertahan lama. Tepatnya, dua tahun lalu, Sufadi digugat cerai istrinya, lantaran melakukan penipuan dan mengaku bekerja sebagai PNS di lingkungan Kemenag Kabupaten Malang.
“Saat pertama kali datang di tempat ini, gaya dia memang sangat meyakinkan. Karena memakai baju PNS, mengoperasionalkan laptop dan tata bicaranya meyakinkan. Selain itu, dia juga mengimami di musala,” ujar Rohman kepada Malang Post, kemarin. Namun, siapa sangka, kata dia, hal itu menjadi kedok tersangka untuk melakukan penipuan.
“Warga di sini dijanjikan bisa bekerja sebagai PNS, asalkan membayar uang dengan jumlah tertentu. Selain itu, dia juga menipu warga di sini dengan modus koperasi,” tuturnya.
Masih kata Rohman, seiring berjalannya waktu, warga menagih janji dari Sufandi. Namun, tersangka tidak bisa merealisasikan janji-janji yang diumbarnya.
Hingga tersangka diceraikan oleh istrinya dua tahun yang lalu, tidak kunjung merealisasikan janji-janji manisnya kepada warga ini. “Saat itu, warga sudah menyetorkan uang kepada Sufandi untuk daftar PNS. Sebenarnya, warga ingin melaporkannya, namun demi menghormati mantan mertuanya, niat tersebut diurungkan,” terangnya.
Lama setelah diceraikan oleh Sri Winarni, Sambung Rohman, empat bulan yang lalu tersangka mendatanginya untuk cabut berkas kependudukan. Alasan cabut berkas itu, untuk pindah domisili kembali ke Desa Sumbersuko Kecamatan Wagir. Selain itu, tersangka juga mengurus KTP baru untuk melanjutkan studi S3nya.
“Nah, saya jadi kaget ketika mendapat kabar ini. Bisa jadi masyarakat di sini juga akan melaporkan Sufandi yang telah nelakukan penipuan itu,” tuturnya.
Menurutnya, selama ini tersangka memang memiliki mulut manis dan pintar bersilat lidah. Hingga masyarakat terbujuk oleh rayuan serta janji manisnya itu.
“Wah kalau bicara itu dia paling pandai,” imbuhnya. Selanjutnya, dia berharap ditangkapnya Sufandi ini, dapat mempertanggungjawabkan perbuatan yang dilakukan itu. Terutama dapat mempertangungjawabkan atas perbuatannya kepada warga Jalan Diponegoro, Desa Kemantren, Kecamatan Jabung ini. (ira/big/ary)