Diduga Pengedar Narkoba, Manager Hotel Diamankan


MALANG - Waspada narkoba. Peredaran dan konsumsi barang haram ini di Malang menyentuh banyak lini. Terbaru, YS (37) manager salah satu hotel di Malang diamankan jajaran Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Malang atas kepemilikan shabu-shabu dan ganja siap pakai.
Kepala BNN Kota Malang, AKBP Bambang Sugiharto mengatakan YS, bapak dua anak itu telah menjadi target operasi selama satu bulan karena memakai narkoba dan diduga menjadi pengedar. “Saat kami tangkap di sekitar Jalan Panji Suroso, di dalam tasnya kami menemukan shabu seberat 0,25 gram dan satu poket ganja,” terang Bambang yang baru dua bulan menjabat Kepala BNN Kota Malang menggantikan AKBP Basuki Effendy.
Lebih lanjut ia menjelaskan, barang bukti yang ditemukan dalam tas YS selain shabu seberat 0,25 gram, ditemukan pula satu poket ganja kering dan satu linting ganja. Dalam satu poket ganja kering tersebut terdapat tiga jenis ganja yang siap dipakai. Tiga jenis ganja tersebut adalah pecahan dari satu tubuh tanaman ganja. Yaitu batang, biji, dan bunga ganja. Hal ini menurut Bambang merupakan tindakan pemakai yang memang sudah lihai atau memiliki pengetahuan banyak dalam menggunakan ganja.
“Yang batang biasa digunakan YS untuk dicampur dalam teh. Memang batang ganja dijual murah tetapi efek mabuk juga bisa didapatkan walau tidak seperti daunnya,” jelas pria yang sebelumnya bertugas di BNN Pusat, saat ditemui Malang Post, Jumat (26/8/16).
Bambang menerangkan, biji dari tanaman ganja selain dapat digunakan untuk ditanam kembali jika dikonsumsi akan menimbulkan efek yang berbeda karena seperti mengonsumsi kacang. Dapat meletup di lidah.
Sedangkan bunga ganja hampir sama dengan penggunaannya seperti batang dapat dicampur dalam minuman. Hal-hal tersebut, lanjut Bambang, adalah kebiasaan pemakai yang memang sudah mengetahui betul mengenai ganja.
“Menurut pengakuan, YS memang sudah menggunakan ganja dan shabu sejak SMA,” tutur Bambang. Selain shabu dan ganja, diamankan pula satu buah bong (alat hisap ganja).
Menurut menjelaskan, YS memiliki bong ganja yang tidak sembarangan. Jika dilihat dari tampilan fisiknya pun, bong ganja milik YS hanya bisa didapat dari jual beli online. Pasalnya, bong tersebut bukanlah bong rakitan, tetapi memiliki bentuk yang lengkap dengan struktur hisap yang modern.
Selain itu juga, YS yang diketahui sudah berada di Malang sekitar empat tahun terakhir ini memiliki korek api khusus untuk membantu proses pembakaran ganja ke bong miliknya. Untuk pemeriksaan lebih lanjut, YS masih diamankan oleh pihak BNN untuk menggali informasi soal dari manakah barang haram tersebut didapatnya.
“Kalau dari pengakuan sementara, YS sempat bilang dari seseorang di Jember. YS sebelum di Malang, dia lama tinggal di Jember. Hanya saja kita masih belum dapat memastikan karena dia juga sering pindah-pindah kerja,” terang Bambang.
Sampai saat ini BNN Kota Malang masih menggali data lebih dalam mengenai sosok YS yang juga diduga menjadi pengedar ganja dan shabu tersebut, sebelum akhirnya nanti akan diproses sesuai jalur hukum yaitu dilimpahkan ke Polres Malang Kota sampai tingkat pengadilan. Hal tersebut dibutuhkan karena porsi BNN yang lebih difokuskan pada pengungkapan jaringan narkoba di Malang. Sedangkan YS, menurut Bambang, dapat menjadi titik awal pembongkaran jaringan peredaran narkoba di Malang karena telah menjadi pengguna sejak lama.
“Setelah ini YS akan kami periksa intensif. Yang jelas akan melibatkan banyak pihak yang tergabung dalam tim asesmen terpadu terdiri dari kepolisian, Dinkes, Lapas, sampai pihak Kejaksaan,” papar Bambang.
Ia menambahkan, tim asesmen ini nanti yang akan menentukan status YS. Apakah dia hanya ditetapkan sebagai pemakai atau dirinya dikategorikan sebagai pengedar.  YS terancam hukuman minimal 5 tahun penjara karena melanggar Pasal 114 jo 112 UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Sementara itu menurut pantauan Malang Post, dari barang bukti yang diperlihatkan BNN Kota Malang selain bong, linting dan poket berisi ganja terdapat pula korek khusus membakar ganja, satu buah HP, berbagai stiker musisi reggae dan satu buah kartu akses Hotel Maxone Malang.
Sementara itu, Manager Marketing Hotel Maxone Malang, Yosi Hogi, saat dikonfirmasi mengenai dugaan keterlibatan salah satu pegawai Maxone terkait kasus penangkapan narkoba ini, dirinya tidak dapat dihubungi sama sekali.  (ica/han)