Direktur Inmax Harmony Dipolisikan


LAPOR : Inmax Harmony dilaporkan ke Polres Malang Kota atas dugaan penggelapan dana sebesar Rp 16 juta dan (sebelah kanan) pengacara Syarif Hadi Suryono. (SISCA ANGELINA/MALANG POST)

MALANG - Direktur Inmax Harmony, salah satu perusahaan agen property di Kota Malang dilaporkan ke Polres Malang Kota, akhir pekan kemarin. Tuduhannya, mereka menggelapkan uang milik Sinta Buana, warga Jalan Riau 1 Kampung Bandar, Senapelan, Kota Pekanbaru.
Syarif Hadi Suryono, SH,  penasehat hukum pelapor mengatakan kronologi kejadian bermula ketika Sinta, meminta bantuan Inmax Property sebagai agen real estate untuk mencarikan sebuah rumah tinggal yang nyaman dan bebas dari kebisingan di Kota Malang.
“Lalu pada 4 Mei, klien saya menyuruh Siska, kakaknya yang ada di Malang untuk melihat rumah yang ditawarkan agen Inmax. Tetapi, setelah dua hari, tiba-tiba klien saya dimintai uang muka sebesar Rp 4 juta,” tuturnya.
Setelah diberikan Rp 4 juta tersebut, 9 Mei LALU, Inmax kembali meminta uang muka sebesar Rp 16,5 juta. Padahal, Sinta dan Siska masih dalam taraf survey dan mempertimbangkan jadi atau tidaknya untuk membeli rumah tersebut.
Hal yang tidak menyenangkan kembali terjadi ketika disaat Siska (kakak pelapor) sedang berunding perihal jadi atau tidaknya mengambil rumah tersebut, pihak Inmax kian mendesak Sinta yang berada di Pekanbaru, via telepon agar segera mentransfer uang Rp 400 juta.
“Bukan hanya sekali pihak Inmax menelpon klien saya tapi berkali-kali seakan mendesak untuk membayar rumah yang belum disepakati untuk dibeli oleh klien saya itu. Dan juga rumah yang ditawarkan berada di lokasi yang bising dan tidak nyaman,” tandas Syarif.
Karena desakan via telephone tersebut, Sinta merasa curiga. Terlebih atas instruksi pembayaran yang tidak disepakati. Dan juga, Syarif melanjutkan, Sinta curiga bahwa rumah yang ditawarkan bermasalah. Maka dari itu, Sinta membatalkan rencana pembelian rumah tersebut.
Setelah itu, Sinta sendiri meminta DP yang dibayarkan sebelumnya agar dikembalikan. Namun, nyatanya pihak Inmax menyatakan bahwa uang muka tersebut telah hangus.  Merasa dirugikan, korban pun  lebih menyelesaikan perkaranya lewat jalur hukum.
“Saya telah menyomasi Inmax sudah dua kali. Setelah disomasi dua kali, pihak Inmax baru respons dengan menyebutkan akan mengembalikan uang muka setengah dari total yang telah dibayarkan dan berbagai syarat lainnya,” imbuhnya.
Dengan respon tersebut pihak pelapor sendiri menyatakan bahwa tidak ada niat baik dari Inmax sendiri untuk mengembalikan uang muka tersebut. Sementara itu, Direktur Inmax Harmony Ruko WR Supratman C1 Kav. 6 Malang, Arie Siswanto belum dapat dikonfirmasi terkait laporan tuduhan tindak pidana perusahaan yang dipimpinnya tersebut. (ica/mar)