Ditipu Dukun Pengganda Uang


DIAMANKAN: Tersangka Heri Kriswanto alias Ambon, diamankan di Mapolsek Dampit dan barang bukti yang turut diamankan. (Agung priyo/malang post)


MALANG - Zaman sekarang, masih saja ada orang yang percaya dengan dukun yang mengaku bisa mendatangkan uang secara gaib. Seperti kejadian yang diungkap Reskrim Polsek Dampit, Senin malam lalu. Enam orang warga Kecamatan Dampit, tertipu dengan modus penggandaan uang.
Pelakunya adalah Heri Kiswanto alias Ambon, 38 tahun, warga Desa Majangtengah, Kecamatan Dampit. Ia ditangkap setelah sebelumnya diamankan oleh para korban dibantu warga. Dari tangannya, polisi mengamankan sebilah samurai, uborampe serta peralatan sesaji lainnya.
Sementara, enam orang yang menjadi korbannya adalah, Musyakur, 39 tahun, Suliswanto, 41 tahun, Ribut Santoso, 27 tahun, Yeni Kurniawati, 29 tahun, Mansyur, 32 tahun serta M Rokip, 32 tahun. Semuanya warga Dusun Petung Sigar, Desa Sukodono, Kecamatan Dampit.
"Total kerugian yang dialami keenam korban ini sebesar Rp 52,9 juta. Uang tersebut yang diserahkan kepada tersangka sebagai mahar. Setiap orang tidak sama jumlahnya," ungkap Kapolsek Dampit, AKP Amung Sri Wahyuni.
Dua pekan lalu, tersangka Ambon ini mendatangi rumah korban. Kepada para korban, ia mengaku sebagai orang sakti. Bisa menggandakan uang secara gaib, serta bisa penyembuhkan orang sakit.
Tersangka juga mengaku memiliki sebilah samurai, yang sudah ditawar seseorang senilai Rp 4.400.200.000.000 (empat triliun empat ratus miliar dua ratus juta rupiah). Para korban diming-imingi akan diberi sebagian dari hasil penjualan sebesar Rp 410 miliar.
Akan tetapi, untuk mendapatkan bagian hasil penjualan samurai tidak mudah. Keenam korban harus menyerahkan sejumlah uang untuk mahar. Uang tersebut diakui untuk pembelian uborampe serta peralatan sesaji lainnya. Karena diakui, uang penjualan akan diambil secara gaib.
Dengan bujuk rayu dan kata-kata manis tersangka, para korban langsung menyetujui. Mereka seperti telah dihipnotis oleh tersangka sehingga mau saat diminta menyerahkan mahar. Para korban akhirnya mengumpulkan uang dan diserahkan kepada tersangka.
"Setelah menerima uang dari korban, tersangka lalu menjanjikan akan menyerahkan uangnya pada Senin sore, dengan janjian di rumah korban Musyakur," jelas mantan Kapolsek Pakisaji ini.
Senin sore, para korban sudah berkumpul di rumah Musyakur. Mereka menunggu kedatangan tersangka untuk menerima uang yang dijanjikan. Namun sampai malam, ternyata tersangka tak kunjung datang.
Warga lain yang melihat keenam korban seperti orang bingung, lalu memberitahukan kepada Misedi, Ketua RT setempat. Misedi yang curiga setelah mendapat laporan, segera menemui keenam korban untuk menanyakannya.
Begitu diketahui bahwa enam warganya menjadi korban penipuan, Ketua RT ini lalu menghubungi tersangka untuk datang. Ketika datang dan ditanya, mengatakan kalau dirinya punya hutang kepada para korban. Lantaran saat diminta mengembalikan jawabannya berbelit, warga yang emosi lalu menangkapnya dan menyerahkan ke Polsek Dampit.
"Pengakuannya baru sekali saja melakukan penipuan. Tetapi kami akan tetap mengembangkan kasusnya, siapa tahu ada masih ada korbannya lagi," sambung Iptu Soleh Mashudi, Kanitreskrim Polsek Dampit.(agp/jon)