Dua Pria Sukorejo Dihajar Massa


DIRAWAT : Salah satu pencuri motor kesakitan usai dimassa.


PASURUAN – Maraknya aksi pencurian motor di Pasuruan membuat warga geram. Buntutnya, aksi main hakim sendiri kepada kawanan pencuri pun kian sering terjadi. Kemarin giliran dua pencuri motor jadi bulan-bulanan warga.
Kedua pencuri motor itu beraksi di Dusun/Desa Kebotohan, Kecamatan Kraton. Namun aksi keduanya berakhir setelah dihadang massa yang mengejarnya sampai ke wilayah Kejayan. Beruntung saat massa mengamuk, petugas kepolisian  segera datang.
Nyawa kedua pencuri motor itu pun masih bisa diselamatkan. Dua pelaku pencurian motor itu diketahui bernama Mujiadi, 48, warga Dusun Pakunden, Desa Pakukerto, Sukorejo, Pasuruan dan Agus Slamet Harianto, 28, warga Dusun Krangkong, Desa Ngadimulyo, Sukorejo, Pasuruan.
Aksi pencurian itu terjadi sekitar 13.00. Siang itu kedua pelaku mengendarai motor Honda  Mega Pro bernopol N 5276 TY. Yang jadi sasaran mereka adalah  motor Suzuki Satria FU N 8760  TV. Motor itu diketahui milik Agus  Riadi alias Babe, 26, warga Dusun/Desa Kebotohan, Kraton, Pasuruan.
Motor warna putih itu tengah diparkir pemiliknya yang  siang itu memang sedang mampir  ke rumah Bastian Havas, Kasun  Kebotohan Selatan. Setelah melihat kesempatan, kedua pelaku langsung merusak kunci motor yang tengah diparkir di  halaman rumah itu.
Untungnya, saat merusak kunci motor itu, pelaku tepergok sang pemilik motor. “Awalnya korban mendengar  bunyi klotak-klotek. Benar saja,   saat dicek, ternyata korban melihat motornya sudah dibawa kabur,” kata Kapolsek Kejayan,  AKP Indro Susetyo.
Spontan, korban pun berteriak maling. Teriakan itu terdengar warga sekitar yang seketika langsung mengejar kedua pelaku. Ada yang mengendarai  motor, ada pula yang berlari. Pengejaran warga tak sia-sia.
Kedua pelaku berhasil ditangkap  saat melintas di sekitar jembatan  di Dusun Tumpang, Desa Pacarkeling, Kecamatan Kejayan. Begitu tertangkap, keduanya pun langsung dimassa. Teriakan ampunan yang dipekikkan kedua pelaku, tak membuat emosi warga mereda.
Aksi main hakim itu berlangsung cukup lama. Bahkan warga nyaris membakar keduanya. Aksi warga baru bisa diredam,  saat polisi tiba di lokasi. “Kami meminta massa agar tak membakar pelaku. Agar, dua pelaku ini bisa diselidiki lebih  dalam sehingga jaringannya bisa diketahui,” tutur Indro.
Upaya itu berhasil karena massa akhirnya mau mengerti. Warga akhirnya menyerahkan kedua  pelaku ke polisi yang saat itu  juga membawa mereka ke puskesmas Purwosari. “Selanjutnya, kami rujuk ke puskesmas karena keduanya mengalami luka parah,” tegas Indro.
Selama dirawat, polisi sempat  bertanya kepada kedua pelaku.  Ternyata, aksi mereka bukanlah  yang pertama kali. Keduanya  pernah melakukan aksi serupa  sebanyak tiga kali. Yakni di Prigen, Pandaan, dan Kraton. Keduanya mengaku  kepepet kebutuhan hari raya. (jpnn/mar)