Duo Jambret Rampas Motor


JALANAN : Andi Setiawan dan Roni Wijayanto tertangkap setelah malang melintang menjambret di Kabupaten Malang. (AGUNG PRIYO/MALANG POST)

MALANG - Tim Buser Satreskrim Polres Malang, menangkap dua penjahat jalanan alias jambret, kemarin. Yakni Andi Setiawan, 21, warga Dusun Jambujinggo, Desa Pandanmulyo, Tajinan dan Roni Wijayanto, 23, warga Desa Purwosekar, Tajinan.
Mereka ditangkap karena kasus penjambretan, yang dilakukan Jumat, 13 Mei 2016 lalu, di Jalan Raya Kidangbang, Wajak. Korbannya adalah Halimatus, 27 tahun, warga Desa/Kecamatan Wajak. Dari penangkapan mereka, polisi mengamankan beberapa barang bukti.
Diantaranya, satu unit Honda GL Max, N 5790 KY, yang dijadikan sarana beraksi, sebuah belati dan celurit, serta tas milik korban berisi uang Rp 3 juta dan sebuah STNK motor Honda Beat N 6679 JB.
"Mereka ini, kami tangkap setelah empat bulan ini kami buru. Penangkapan mereka berdasarkan petunjuk sepeda motor milik pelaku yang ditinggalkan di lokasi," ungkap KBO Satreskrim Polres Malang, Ipda Supriyono.
Dikatakan dia, sebelum beraksi menjambret, kedua tersangka terlebih dahulu pesta minuman keras bersama dengan temannya yang berinisial TF. Usai pesta miras, keduanya meminjam motor Honda GL Max milik TF, untuk menjambret.
Mereka mencari sasaran korban dengan menunggu di pertigaan Tajinan. Saat sedang mencari sasaran, melintas korban dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat. Melihat korban membawa tas, keduanya langsung membuntuti.
Tiba di Jalan Raya Kidangbang, Wajak, korban dipepet.  Andi yang dibonceng, memutus tali tas korban dengan pisau. Setelah mendapatkan tas itu, mereka kabur ke arah Dusun Napel, Desa Pringu Wajak.
Ketika kabur itu, motor kedua tersangka menabrak motor warga yang membawa damen. Akibat tabrakan itu, mereka jatuh dan tas milik korban yang dijambret, jatuh ke sungai. Mereka kemudian lari ke kampung, karena melihat ada warga yang mengejar.
"Di perkampungan ini, keduanya merampas motor Yamaha Jupiter milik seorang pemuda, yang kemudian membawanya kabur. Sedangkan motor Honda GL Max, yang dijadikan sarana beraksi ditinggal," jelas mantan Kanitreskrim Polsek Kepanjen.
Sementara dalam pengakuannya, kedua tersangka mengaku sudah dua kali menjambret. "Hasil menjambret kami bagi berdua. Uangnya habis untuk beli rokok dan jajan," ucap kedua tersangka. (agp/mar)