Empat Hari Ditemukan Tewas


BAWA : Mobil ambulance yang membawa jenazah korban ketika mau meninggalkan kamar mayat RSSA Malang, usai divisum. (AGUNG PRIYO/MALANG POST)

MALANG - Setelah sempat dinyatakan Mr X, jenazah laki-laki lanjut usia yang ditemukan tewas di area persawahan Desa Mangunrejo, Kecamatan Kepanjen, akhirnya teridentifikasi. Korban bernama Rasemun, 71 tahun, warga Jalan Supriadi, RT009 RW003, desa setempat.
Pria kelahiran 14 Agustus 1945 ini, meninggal dunia karena sakit. Dini hari kemarin, sekitar pukul 02.00, warga sekitar Desa Mangunrejo, Kepanjen, digegerkan dengan penemuan mayat laki-laki tanpa identitas.
Korban ditemukan di area persawahan oleh seorang saksi yang sedang mencari belut. Dini hari itu saksi sedang mencari belut. Saat di persawahan saksi, mencium aroma yang tidak sedap. Karena curiga, saksi mencari dan menemukan ada mayat manusia di tengah sawah.
Lantaran takut, saksi lantas memberitahukan kepada Sutomo, pemilij warung yang tak jauh dari lokasi ditemukannya. Sutomo, kemudian memberitahukan penemuan mayat tersebut, kepada perangkat desa yang diteruskan dengan melaporkan ke Polsek Kepanjen.
"Ketika ditemukan korban masih Mr X. Karena wajah korban tertutup lumpur sehingga tidak ada yang kenal. Apalagi juga tidak membawa identitas apapun," ujar Kanitreskrim Polsek Kepanjen, Ipda Supriono.
Untuk proses penyelidikan, jenazah korban pun langsung dibawa ke kamar mayat RSSA Malang. Setelah tubuhnya dibersihkan, akhirnya diketahui bernama Rasemun. "Keluarga menyatakan bahwa korban tersebut anggota keluarganya," tuturnya.
Dari keterangan pihak keluarga, diketahui bahwa Rabu (6/7) lalu, usai salat Idul Fitri dan halal bihalal dengan keluarga, korban berpamitan untuk pergi jalan-jalan kepada anak-anaknya. Sejak saat itu, korban sudah tidak diketahui. Keluarga sempat mencari-cari, tetapi tidak ditemukan.
Dugaannya, ketika keluar rumah korban pergi ke pematang sawah yang berjarak sekitar 500 meter dari rumahnya. Ketika berjalan, ia jatuh terjungkal ke sawah dan tidak ada yang mengetahui, hingga kemudian tewas. "Pihak keluarga sudah menerima kematiannya sebagai musibah," katanya.
Khusnul, keponakan korban mengatakan kalau korban ini selain diketahui sakit stroke, juga pikun. Ia sering keluar rumah dan lupa ketika pulang. "Sebelum keluar rumah, korban ini sempat foto bersama dengan anak-anaknya. Setelah itu pamit jalan-jalan," terang Khusnul. (agp/mar)