Fitria Bobol Tabungan Umroh Majikan

TANGGUNGJAWAB : Fitria Chusniati Amalia, PRT yang mencuri uang di rumah majikannya dan (bawah) barang bukti yang diamankan. (AGUNG PRIYO/MALANG POST)

MALANG - Penyesalan memang selalu datang belakangan, halnya dengan yang dirasakan Fitria Chusniati Amalia, 26. Pembantu rumah tangga (PRT) ini, harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan meringkuk di sel Mapolsek Pakisaji, akhir pekan kemarin karena mencuri.
Warga Jalan Sidodadi, Dusun Sememek, Desa Kebonagung, Pakisaji ini, mencuri uang senilai Rp 50 juta milik Kusnidah, 41, di rumah dinas PG Kebonagung, Pakisaji. Sebagai barang buktinya, petugas mengamankan dua HP tablet merek Evercross dan Advance.
Selain itu sisa uang curian sebesar Rp 800.000. “Tersangka Fitria ini, kami amankan ketika ia datang ke rumah korban untuk mengambil KTP.  Ia mengakui aksi pencurian tersebut,” ujar Kapolsek Pakisaji, AKP Suyoto.
Dijelaskannya, Fitria sudah bekerja sebagai PRT di rumah korban sejak empat bulan lalu. Ia diterima sebagai PRT, lantaran korban kasihan dengan tersangka yang membutuhkan pekerjaan. Namun setelah diterima bekerja, Fitria malah mencuri.

Sejak mulai bekerja, Fitria mencuri uang simpanan korban yang berada dalam celengan. Totalnya sekitar Rp 50 juta. Pencurian dilakukan setiap hari mulai sekitar Rp 500.000 sampai Rp 800.000. Padahal uang yang ditabung korban sejak 25 Maret 2016 lalu, sedianya untuk melunasi biaya umroh.
Korban menabung dari hasil kerja serta uang sewaan kontrakan rumahnya. “Uang yang dicuri tersangka setiap hari tersebut, digunakan untuk membeli handphone. Sebagian lagi habis untuk kebutuhan keluarga lantaran suaminya tidak bekerja,” jelas mantan Kapolsek Pagelaran ini.
Terungkapnya pencurian yang dilakukan Fitria, ketika korban hendak mengambil uang untuk melunasi biaya umroh, Jumat (12/8) lalu. Namun uang tabungannya hanya tersisa Rp 250.000. Spontan, Kusnidah paham kalau uangnya hilang dicuri.
Dia juga mencurigai bahwa pelakunya adalah Fitria. Semula memang tidak mengaku. Namun setelah dibujuk, akhirnya Fitria mengakuinya. Kemudian korban meminta tersangka untuk membuat surat pernyataan sanggung mengangsur setiap bulannya dengan jaminan KTP.
Tetapi setelah membuat pernyataan, Fitria malah kabur. Kusnidah yang merasa dirugikan, lantas melaporkannya ke Polsek Pakisaji. Ketika Fitria datang untuk mengambil KTP, polisi yang sudah dihubungi langsung menangkapnya. (agp/mar)