Gegeran Orkes Berbuntut Rusak Rumah


OLAH TKP : Polisi melakukan pemeriksaan di rumah Mardi di Dusun Tlogomulyo, Desa Balerejo, Wlingi, Blitar.

BLITAR - Marah karena anaknya dipukuli hingga babak belur, seorang pria nekat merusak rumah penganiaya anaknya di Dusun Tlogomulyo, Desa Balerejo, Kecamatan Wlingi, Blitar, Rabu (24/8) malam.
Pengrusakan rumah itu berbuntut panjang dan membuat Slamet, 35, warga Dusun Bon RT06 RW02 Desa Sumberurip, Kecamatan Doko, Blitar berurusan dengan polisi. Dia dilaporkan pemilik rumah, Mardi, 59, warga Dusun Tlogomulyo RT01 RW13 Desa Balerejo, Kecamatan Wlingi, Blitar.
Paur Humas Polres Blitar, Bripka Didik Dwi mengatakan, Rabu (24/8) sekira pukul  24.00,  Slamet datang ke rumah Mardi untuk mencari anak korban yang bernama Widiarto alias Muntu. Tidak ketemu, Slamet langsung memecah kaca depan jendela rumah.
Tidak hanya itu, pintu kaca dapur rumah korban juga dirusakinya. “Widiarto terlibat perkelahian dengan anak pelaku di lapangan Dusun Bon, Desa Sumberurip saat menonton pertunjukan orkes melayu,” terang Didik, kemarin.
Tidak terima dengan perbuatan terlapor, Slamet melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Wlingi. Akibat dari kejadian ini Slamet merugi Rp 500.000. “Untuk perkaranya masih dilakukan penyelidikan terkait perselisihan antar dua desa di Kecamatan Wlingi dan Kecamatan Doko,” imbuhnya.
Lebih lanjut Didik menyampaikan, kejadian perkelahian di lapangan Sumberurip ini menyebabkan konflik berkepanjangan diantara dua desa. Pemuda Dusun Tlogomulyo menghadang setiap warga Dusun Bon dan mengeroyoknya.
“Sehingga pelaku yang merasa sebagai pemuda Dusun Bon mencari pelaku dan merusak rumahnya untuk balas dendam,” ungkap Didik. Dia menambahkan polisi akan melakukan mediasi dengan dua kepala desa agar tidak menimbulkan ketakutan diantara dua warga desa yang bertikai. (jpnn/mar)