Gunakan Linggis 35 Kali Mencuri


KENYANG: Seorang tukang angkut sampah, warga Jalan Tlogomas Gang 7 sedang merasakan dinginya ruang jeruji besi akibat mencuri. (Dicky Bisinglasi/Malang Post)

MALANG - Sepandai-pandainya tupai meloncat, akhirnya jatuh juga. Itulah pepatah yang menggambarkan kehidupan kriminal seorang tukang angkut sampah, AS tahun.  Warga Jalan Tlogomas Gang 7 Lowokwaru, ini diciduk petugas Reskrim Polres Malang Kota, dengan tuduhan spesialis membobol rumah.
AS nekat mencari penghasilan tambahan, dengan menjadi maling barang-barang yang bukan miliknya sekitar 35 kali di kawasan kota ini.
“Aksi AS ini kami akhiri, tersangka kami tangkap di area kolam pemancingan, Desa Ngijo, Karangploso, kemarin,” ungkap Kasubag Humas Polres Malang Kota, dalam ungkap kasus di Mapolres Malang Kota, Rabu (3/8).
Menurut pengakuan tersangka, aksi terakhirnya adalah menggasak uang senilai Rp 55,9 juta di Koperasi  Artha Mulia, Ruko Tlogomas. Modusnya, pelaku menggunakan linggis dan obeng, untuk mencongkel jendela dan pintu.
“Dia melakukan kejahatan pada malam hari. Tersangka juga mengaku melakukan pencurian secara spontan. Jadi apa yang dia lihat dan bisa diambil, akan disikat,” urai Nunung.
Pelaku juga kerap menggasak barang milik anak kos, di kawasan Lowokwaru. Barang seperti laptop, sepatu, burung, dan HP pun juga berhasil diboyongnya. Diperkirakan, total yang ia dapatkan dari aksinya sebanyak puluhan kali tersebut lebih dari Rp 70 juta. Hasil kejahatan itu, dia jual untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya. (ica/lyo)