Hajar Istri karena Warga Perkeruh Suasana


PERIKSA : Tersangka Philip Charisma, ketika dimintai keterangan penyidik UPPA Polres Malang. (AGUNG PRIYO/MALANG POST)

MALANG - Seorang istri seharusnya dilindungi, bukan malah dianiaya. Namun tidak demikian dengan Philip Charisma, 31 tahun, warga Dusun Sonotengah, Desa Kebonagung, Pakisaji ini. Ia justru tega menganiaya istrinya, Catur Rahayu, 34 tahun.
Imbas perbuatannya tersebut, istrinya mengalami luka robek di dahi, akibat dilempar dengan kaleng Khong Guan. Sementara Philip, sesaat setelah kejadian langsung diamankan petugas Polsek Pakisaji. Usai diperiksa, bapak tiga anak ini lantas dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malang.
"Dia kami jerat dengan pasal 44 Undang-undang nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), dengan ancaman hukuman 5 tahun kurungan penjara," ungkap Kanit UPPA Polres Malang, Iptu Sutiyo, SH, Mhum.
Peristiwa penganiayaan terjadi Minggu (10/7) pukul 09.00 di dalam rumahnya. Bermula saat Philip minta makan kepada istrinya. Kemudian oleh Rahayu, dia dibuatkan masakan telor dan tempe goreng. Selanjutnya saat santap makan, Philip mengutarakan untuk kembali ke Jakarta karena bekerja.
Philip lantas meminta istrinya untuk membelikan tiket. Tetapi Rahayu mengatakan tidak ada uang. Menuruntya, sisa uang yang ada hanya cukup kebutuhan sebulan. Philip pun menghubungi orangtuanya untuk dikirimi uang. Namun lagi-lagi uang diminta tidak ada.
Kesal karena tidak memiliki uang, Philip lantas marah-marah hingga terjadi cek-cok mulut. Warga sekitar yang mendengar berusaha meredam dan melerai. Tetapi Philip makin emosi, dan mengambil kaleng Khong Guan lalu dipukulkan ke kepala istrinya.
Sekali pukul, darah langsung bercucuran keluar dari dahi korban. Warga yang melihat, lantas melaporkannya ke petugas Polsek Pakisaji hingga dia ditangkap. "Saya khilaf. Saya memukulnya secara spontan, karena warga memperkeruh suasana. Padahal masalah rumah tangga,” katanya. (agp/mar)