Isi Bensin, Rumah Terbakar


MALANG - Jangan mengisi bensin di dalam rumah. Jika tidak, akan bernasib sama dengan peristiwa yang terjadi di Desa Tamansari, Ampelgading, pagi kemarin. Sebuah rumah sekaligus toko kelontong milik Dwi Handoko ini, nyaris ludes terbakar.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian kebaran yang terjadi sekitar pukul 08.00 tersebut. Namun kerugian akibat peristiwa tersebut, cukup besar yakni sekitar Rp 56 juta. Selain itu Nenik Ariyani, 24, istri Dwi Handoko, mengalami luka bakar di bagian kakinya.
"Luka bakarnya tidak terlalu parah, karena terkena api. Hanya beberapa bagian kakinya saja. Untuk kerugian korban menafsir sekitar Rp 56 juta," ungkap Kapolsek Ampelgading, AKP Ahmad Sueb.
Ceritanya, pagi itu Dwi Handoko sedang memindahkan bensin jenis pertalite dari dalam jirigen ke dalam botol di ruang tengah rumahnya. Bensin tersebut sedianya akan dijual eceran. Ada 40 liter bensin yang akan dipindahkan.
Ketika sedang mengisi bensin tersebut, tanpa sengaja salah satu botol yang terisi bensin tumpah. Bersamaan dengan itu, istri korban Nenik Ariyani, sedang memasak di dapur. Jarak dapur dengan ruang tengah hanya berjarak sekitar satu meter saja.
Akibatnya, dalam sekejap api langsung menyambar bensin. Api langsung membesar membakar sebagian ruangan dan barang berharga milik korban. Dwi Handoko dan istrinya yang melihat ada api, langsung keluar rumah meminta pertolongan warga.
Mendengar ada kebakaran, warga sekitar lantas berdatangan. Dengan menggunakan air seadanya, api pun berhasil dipadamkan sekitar setengah jam kemudian. Namun sebagian besar barang berharga sudah ludes terbakar.
"Selain membakar sebagian bangunan dan toko, juga membakar sebagian barang. Diantaranya sepeda motor Honda Grand, TV, lemari es, DVD, meja kursi serta barang-barang lainnya," papar Ahmad Sueb. (agp/mar)