Jambret Siang Bolong Perdayai Febi


RAWAN : Di jalan IR Rais atau dekat jembatan Kasin inilah, Dyah Febi Handayani (insert) dijambret dua pelaku yang mengenakan motor Suzuki Satria FU. (IST/MALANG POST)

MALANG - Aksi penjambretan di Kota Malang makin menggila. Bahkan, di tempat yang relatif ramai pun, mereka juga beraksi beraksi. Seperti yang dialami Dyah Febi Handayani, 40, warga Jalan Ikan Piranha Blok H RT04 RW03, Malang.
Kemarin siang atau sekitar pukul 12.50, dia menjadi korban dua perampok jalanan di dekat jembatan Kasin atau Jalan IR Rais Malang. Tepatnya dekat rumah makan ayam Jackson. Wanita muda ini sempat terjatuh dari motornya saat berusaha mempertahankan tas miliknya.
Informasi yang dihimpun Malang Post, korban yang mengendarai motor Yamaha Mio, N 5637 JY melaju dari perempatan Kasin menuju arah Bandulan atau Jalan IR Rais Malang. Kepada petugas Polsekta Klojen, dia bermaksud mendatangi tukang-tukang yang membangun rumahnya di sana.
“Saya hendak mengirimkan makanan ke para tukang,” ucapnya kepada petugas. Tanpa disadari, dua pelaku jambret yang masih muda mengincar tas miliknya. Saat wanita ini berada persis di depan rumah makan Jackson, penjahat jalanan ini pun beraksi.
Salah satu pelaku yang mengendarai Suzuki Satria FU dan mengenakan helm hijau ini, menarik tas yang dicangklong korban. Saking kerasnya, Febi, panggilan korban sempat kaget. Dia lantas berusaha mempertahankan tasnya itu.
“Saking kerasnya ditarik, saya jatuh dari motor,” terangnya lagi. Namun, dia tidak menyerah begitu saja. “Saya kejar lagi pakai motor. Tapi tetap tidak bisa dan saya malah terjatuh untuk kedua kalinya,” ungkapnya lagi.
Setelah terjatuh dari motornya, dia lantas berteriak minta tolong. Beberapa warga sekitar yang mendengar teriakan ini berdatangan dan memberikan pertolongan. Dia ditolong dan diantar ke Mapolsekta Klojen untuk melaporkan peristiwa yang dialaminya.
Kepada polisi, dia mengaku membawa uang Rp 33 juta dalam tasnya. Selain uang, perhiasan seberat 30 gram terdiri dari cincin, dua unit ponsel Lenovo, buku tabungan berisi Rp 3 juta dan berbagai surat penting dalam dompetnya juga ikut lenyap dibawa kabur para penjahat jalanan ini.  
Hingga semalam, petugas Polsekta Klojen masih melakukan penyelidikan atas peristiwa yang dialami korban itu. “Belum ada gambaran siapa pelakunya. Tapi kami akan bekerja keras untuk mengungkap pelakunya,” kata salah satu petugas yang minta dirahasiakan namanya ini. (mar)