Janda Dua Anak Pilih Kirim SS

MALANG - Tergiur komisi sebesar Rp 50.000, janda dua anak harus berurusan dengan polisi. Okta Heri, 31, warga Dusun Tamban, Desa Tambakrejo, Sumbermanjing Wetan ini, ditahan karena terlibat kasus narkotika. Ia menjadi kurir narkoba jenis sabu-sabu (SS) “Tersangka kami tangkap di sekitar rumahnya. Saat kami amankan, dia baru saja membeli SS,” ujar Kasatreskoba Polres Malang, AKP Samsul Hidayat. Mantan KBO Satreskrim Polres Malang ini mengatakan, selama ini Okta sudah lama menjadi target operasi (TO). Okta kerap mendapatkan pesanan narkoba dari para pemakai. Akhir pekan kemarin, ketika dia baru saja mendapat pesanan SS, polisi yang sudah lama membuntutinya langsung menangkap. “Dia kami jerat dengan pasal 112 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika,” tuturnya. Ditambah Samsul, dengan tertangkapnya Okta ini, diharapkan nanti bisa mengembangkan kasusnya ke pengedar SS. Sebab, berdasarkan informasi perdaran barang haram jaringan kelompok Okta ini, yang selama ini mengedarkan narkotika di wilayah Malang Selatan. Seperti Sumbermanjing Wetan, Turen, Gedangan serta Dampit. “Perkaranya akan terus kami kembangkan. Hanya saja, sejauh ini dalam pemeriksaan tersangka masih berbelit. Ia mengatakan membeli SS dari seorang temannya berinisial M, yang merupakan residivis narkoba,” ungkap mantan Kanitreskrim Polsek Singosari ini. Sementara itu, dalam pemeriksaan Okta mengatakan kalau dirinya bukan pemakai narkoba. Selama ini, dia hanya diminta untuk membelikan SS saja kepada temannya. Sepoket SS, seharga Rp 400.000. “Saya tidak mamakai narkoba. Saya hanya diminta untuk membelikan saja” ujar tersangka. (agp/mar)