Kades Aniaya Warga, Ngadu ke Inspektorat

MALANG - Senin besok, tim kuasa hukum warga Desa/Kecamatan Pagak, yang menjadi korban penganiayaan Kepala Desa (Kades) Pagak, Muasan akan mendatangi Polres Malang. Mereka akan menanyakan perkembangan penyelidikan kasus penganiayaan ke penyidik. Pasalnya, laporan perkaranya sudah berjalan 10 hari, yang bersangkutan masih belum dijadikan sebagai tersangka. “Kami akan coba tanyakan perkembangan kasusnya sudah sejauh mana. Karena korban dan beberapa saksi lain, juga sudah diminta keterangan,” kata Agus S Sugianto, SH, salah satu penasehat hukum korban.. “Apakah sudah ada penetapan tersangka, atau memang masih ada kendala lain,” tambahnya. Dikatakan dia, terkait laporan penganiayaan tersebut, sebetulnya sudah dua alat bukti yang cukup untuk menjadikan Kades Muasan sebagai tersangka. Pertama adalah laporan dan keterangan korban serta saksi-saksi, dan kedua adalah surat keterangan visum. “Kasus penganiayaan ini, akan terus kami kawal sampai kemanapun. Apalagi kasus penganiayaan ini, melibatkan kades yang seharusnya menjadi panutan warga,” tegasnya. Selain mendatangi Polres Malang, tim kuasa hukum kedua korban, Senin besok juga akan mendatangi Kantor Inspektorat Kabupaten Malang. Mereka akan mengadukan perlakuan sang kades, yang telah menganiaya dua warganya, Rabu (3/8) lalu. “Surat pengaduan ke Inspektorat sedang kami susun. Rencananya Senin nanti, usai dari Polres Malang kami juga akan mendatangi Inspektorat untuk melaporkan Kades Muasan,” katanya. Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adam Purbantoro, belum memberikan keterangan terkait kemajuan penyidikan. Seperti diberitakan, warga Desa Pagak, berang setelah melihat dua warga, dianiaya Kades Muasan hingga mengalami luka serius. Tanpa sebab yang jelas, Muasan memukuli dua orang warganya, yakni seorang tukang ojek Sagimin alias Pak Ru, 56, serta Farid Gatot Hermawan, 34, pemilik toko materialan. (agp/mar)