Kades Korupsi Hanya Wajib Lapor

Foto : Adam Purbantoro

MALANG - Kepala Desa Palaan, Kecamatan Ngajum, Subronto, masih bisa bernafas lega. Pasalnya, Unit Tipikor Reskrim Polres Malang tidak sampai menahannya. Usai diperiksa sebagai tersangka, Rabu (7/9) lalu ia langsung dipulangkan.
"Sudah kami periksa kemarin (Rabu, red). Namun tidak kami tahan. Untuk sementara hanya wajib lapor dulu," ujar Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adam Purbantoro.Subronto, sudah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan korupsi Alokasi Dana Desa (ADD).
Penetapan tersangka, setelah bukti-bukti sudah cukup kuat. Termasuk hasil audit dari Tim BPKP, ditemukan adanya kerugian negara. "Saat ini kami masih melengkapi berkasnya. Setelah itu, secepatnya akan kami limpahkan ke Kejaksaan Negeri Kepanjen," tuturnya.

Bagaimana dengan Kepala Desa Sukoraharjo, Kecamatan Kepanjen, Imam Bisri, yang sudah dijadikan tersangka lebih dulu dalam kasus yang sama. Mantan Kasatreskrim Polres Malang Kota ini, mengatakan bahwa untuk berkas Kepala Desa Sukoraharjo masih dituntaskan. Nantinya akan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kepanjen bersama dengan berkas Kades Palaan.
Lantas bagaimana dengan dugaan korupsi ADD Kades Druju, Kecamatan Sumbermanjing Wetan? Adam mengaku masih menyelesaikan beberapa saksi. Dalam minggu ini, Mujiono, Kades Druju kemungkinan juga akan dipanggil untuk dijadikan sebagai tersangka.
Sekadar diketahui, Unit Tipikor Polres Malang memang membidik tiga Kades sebagai tersangka dugaan korupsi ADD 2013 - 2014. Mereka diduga telah menyelewengkan dana bantuan dari pemerintah untuk kepentingan pribadi.
Anggaran ADD dari pemerintah, masuk ke rekening desa, untuk pembangunan desa. Selanjutnya dana tersebut dicairkan oleh masing-masing Kades. Namun uangnya tidak semuanya untuk pembangunan, melainkan untuk kepentingan pribadi. (agp/mar)