Kades Sukoraharjo Tersangka Korupsi ADD 2013

MALANG - Penyidikan kasus dugaan korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) 2013, di Desa Sukoraharjo, Kecamatan Kepanjen, sudah final. Setelah melalui proses penyidikan panjang, akhirnya Satreskrim Polres Malang menetapkan IB, Kades Sukoraharjo ini sebagai tersangka. Ia terbukti menyelewengkan uang negara senilai lebih Rp 100 juta.
Pernyataan tersebut disampaikan Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adam Purbantoro, kemarin siang. Ia mengatakan bahwa IB, Kades Sukoraharjo sudah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan korupsi ADD 2013.
"Kami sudah menetapkannya sebagai tersangka, usai gelar perkara beberapa waktu lalu. Minggu depan, yang bersangkutan kami panggil untuk diperiksa sebagai tersangka. Surat pemanggilannya, sudah kami layangkan," ungkap Adam Purbantoro.
Menurutnya, penetapan tersangka untuk IB ini lebih cepat karena bukti-bukti sudah lengkap. Selain itu, sekaligus untuk menjawab keresahan masyarakat, yang terus mempertanyakan perkembangan kasus korupsinya.
Sebab dibandingkan dengan dua desa lainnya yang Kadesnya terlibat korupsi ADD, Kasus dugaan korupsi di Desa Sukoraharjo, Kepanjen ini yang rawan konflik. "Sedangkan untuk kasus korupsi dua desa lainnya, masih menunggu hasil gelar perkara," ujar mantan Kasatreskrim Polres Malang Kota ini.
Sekadar diketahui, tiga Kepala Desa di Kabupaten Malang, dibidik Satreskrim Polres Malang sebagai tersangka. Mereka terlibat kasus dugaan korupsi ADD 2013-2024. Ketiganya adalah MJ, Kades Druju, Kecamatan Sumbermanjing Wetan serta SB, Kades Palaan, Kecamatan Ngajum.
Modus penyelewengan, mereka memindahkan uang dari rekening desa ke rekening milik pribadi. Uang tersebut, dugaannya untuk kepentingan pribadi. Hanya sebagian yang digunakan untuk pembangunan desa, itupun tidak ada realisasinya.
Sebelum penetapan tersangka, Polres Malang sudah meminta keterangan beberapa orang saksi. Termasuk meminta perwakilan Badan Pemeriksaan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa Timur untuk melakukan audit kerugian negara. Hasil audit dari BPKP inilah, yang menjadi dasar penyidik Reskrim Polres Malang untuk menetapkan tersangka.(agp/ary)