Kapolres Leo, Sang Komandan Berjiwa Kesatria


Kapolres Batu  AKBP Leonardus Simarmata H. Permata S.Sos, SIK, MH (IRA RAVIKA/MALANG POST)

Tidak banyak pimpinan atau komandan yang bersikap cepat dan terbuka ketika institusinya diterpa kasus buruk. Kapolres Batu AKBP Leonardus H Simarmata P, termasuk komandan yang cepat bertindak. Dengan sikap jantan dan kesatria, perwira dengan dua melati di pundak ini, muncul ketika kesatuannya dihantam badai dugaan pelecehan seksual oleh dua anak buahnya. Bahkan dengan gagah berani, bapak tiga anak ini menyampaikan permintaan maaf, baik itu secara pribadi maupun institusi.
Tak hanya minta maaf, Leo begitu perwira dengan dua melati di pundak ini akrab dipanggil berjanji membantu pemulihan korban. Melalui Unit PPA, pihaknya berjanji membantu memulihkan kondisi korban.  Ya begitulah, Leo begitu dia akrab disapa. Pria kelahiran 28 Mei 1973 ini enggan bertele-tele dalam menangani perkara. Sebaliknya, dia selalu bergerak cepat. Apapun jenis kasusnya, orang nomor satu di Polres Batu ini langsung sigap dalam menangani. Tidak terkecuali dengan kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh anak buahnya.
Awalnya Leo sempat kaget saat ada laporan dugaan pelecehan seksual dengan korbannya siswi salah satu SMK di Kota Malang yang dilakukan oleh anak buahnya. Tapi demikian, dia sendiri tidak mau terlena. Dengan cepat dia langsung melakukan penanganan. Anggota yang diduga sebagai pelaku pelecehan seksual seketika itu juga langsung diamankan untuk menjalani proses hukum.
”Saya tipikal orang yang tidak mau berlama-lama. Saat mendengar kasus seperti itu, langsung ditangani,’’ katanya sembari menyebutkan langkah tersebut tak lain karena dia ingin menunjukkan, bahwa saat ini Polri telah menuju era transparan. Di mana dia mengatakan jika sudah tidak zamannya lagi polisi melindungi anak buahnya yang salah.
Seperti dikatakannya di awal, kesalahan anak buah bukanlah murni kesalahan anak buah, tapi juga menjadi kesahalan pimpinan. Langkahnya yang cepat itu langsung mendapat apresiasi banyak pihak. Berbagai tokoh masyarakat dan pejabat Kota Batu pun memberikan apresiasi terkait dengan langkah tersebut. Tapi begitu, pujian atau apresiasi yang diberikan tidak membuat dirinya bangga. Sebaliknya, dengan cara dirinya memimpin Leo ingin terus menunjukkan yang terbaik kepada masyarakat. Yaitu sebagai polisi yang betul-betul menjadi idola masyarakat.
”Kami ingin menjadi polisi yang betul-betul bisa melayani,  melindungi, mengayomi masyarakat,’’ katanya.
Langkah cepat menangani kasus pelecehan itu bukan satu-satunya yang dilakukan Leo selama menjabat sebagai Kapolres Batu. Selain cepat menangani kasus internalnya, ia juga cepat menangani problem eksternal. Sebelumnya dia juga langsung datang ke Pasar Besar Batu, saat mendapat informasi jika di lokasi ini ada arena perjudian beberapa waktu lalu.
Selain itu, Kapolres juga ikut terlibat dan memimpin langsung berbagai kegiatan operasi. Camer Semeru 2016.  Ya, Leo memang bukan tipikal pria yang suka duduk di balik meja, dan hanya mengandalkan laporan saja. Tapi sebagai polisi dia ingin terjun langsung. Dia ingin mengetahui kondisi yang sebenarnya.
Sementara itu selama enam bulan menjabat sebagai Kapolres, Leo mengatakan jika dirinya terus melakukan pendekatan kepada para tokoh agama dan masyarakat. Kepada masyarakat yang ditemuinya dia selalui menitipkan pesan yaitu untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Langkah pendekatan itu cukup efektif dilakukan untuk meminimalisir kejadian kriminal.
Dikaitkan dengan program, Leo mengatakan dia mengajak masyarakat untuk mengaktifkan kembali program tamu wajib lapor 1 x 24 jam. Program ini sangat efektif, untuk menjaga lingkungan tetap aman.
Disinggung dengan HUT ke 70 Bhayangkara, Leo pun mengatakan jika saat ini Polri belum sempurna. Masih banyak kekurangan. Tapi demikian, dia pun berjanji terus berbenah untuk menjadi lebih baik.
”Kami juga mengharapkan dukungan dari masyarakat. Karena tanpa masyarakat kami tidak berarti apa-apa,’’ tandasnya.(ira/ary)