Kasir Cantik Mainkan Potongan Harga

ProfileKLOJEN- Seorang kasir Toko Roti Laritta Jalan Raya Dieng 21 Malang, Novita Sari (24) terancam ditahan. Masalahnya,  cewek yang tinggal di Dusun Selopuro RT 3 RW 2, Selopuro, Kabupaten Blitar, ini diduga  menggelapkan uang perusahaan Rp 23 juta.
    Kasus tersebut diungkap Kapolsek Klojen, AKP Andi Yudha Pranata. Dia mengatakan, tersangka menggelapkan uang dengan modus mempergunakan voucher potongan harga pelanggan, yang menjadi member toko roti tempatnya bekerja.
“ Jadi di Laritta, pelanggan yang memiliki member perusahaan akan diberikan potongan harga, jika membeli di sana. Pembayaran barang di kasir,  pasti akan dipotong jika member menunjukkan kartu. Nah, kasir memiliki kartu voucher sendiri, untuk bisa memotong harga,” jelas Andi.
    Kemudian, tersangka yang kebetulan memegang posisi kasir itu, memberikan potongan harga dengan memukul rata semua pelanggan, baik yang member maupun bukan. Potongan harga itupun masuk kantongnya sendiri.
    Sedangkan dalam catatan mesin kasir, seluruh pelanggan yang ditangani tersangka membayar seharga potongan. Maka, sisa dari potongan harga bagi pelanggan non member, dapat dinikmati tersangka sendiri.
“Member di toko tersebut, jenisnya ada dua. Yakni, member signatur yang memiliki potongan sebesar Rp 25 ribu, dan member regular dengan potongan Rp 10 ribu tiap pembelian. Maka, jika dihitung paling tidak sehari tersangka bisa dapat Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta dari kecurangannya,” ungkap Kapolsek yang baru saja dilantik menggantikan AKP Teguh ini.
    Kasus tersebut diketahui oleh manager perusahaan, Hera Veny Ayusetya (28) warga Perum Mondoroko, Raya Singosari, saat proses audit dilakukan. Hera inilah yang kemudian melaporkan tersangka ke Polsek Klojen, Minggu (7/8).
    Menurut pengakuan, tersangka menggunakan uang hasil aksinya untuk kehidupan sehari-hari. Catatan kepolisian pun menyebut, bahwa tersangka sudah pernah merasakan hidup di balik jeruji di Lapas kasus pencurian di daerah asalnya, Blitar.
   “Atas kejadian ini, kami harap pemilik perusahaan semakin berhati-hati dengan aksi-aksi tersebut. Tersangka terancam dikenakan hukuman penjara maksimal 5 tahun penjara,” tandasnya. (ica/lyo)