Kasus Jaminan Fidusia Marak


MALANG - Tindak pidana pengalihan objek jaminan fidusia rupanya kerap dilaporkan ke Polres Malang Kota. Dari data yang didapat Malang Post di Polres Malang Kota, nyaris setiap minggu selalu ada pelaporan tindak pidana yang diatur dalam UU No 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia tersebut.
Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Malang Kota AKP Tatang Prajitno Panjaitan, SH., saat dihubungi, Sabtu (20/8) membenarkan bahwa pihaknya setiap bulan selalu menerima laporan tindak pidana pengalihan objek jaminan fidusia tersebut.
 "Masih, selalu ada. Karena ini laporan yang sifatnya tidak bisa dicabut dan karena harus menerima semua laporan, kami menindaklanjutinya," ujar Tatang.
Pihaknya menyelidiki laporan, dengan memanggil sejumlah pihak. Jika dalam penyelidikan harus ada penyitaan, pihaknya juga meminta penetapan dari pengadilan untuk menyita barang tersebut. Beberapa kasus tindak pidana ini berlanjut hingga ke pengadilan.
Karenanya Tatang mengapresiasi adanya Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) di Kota Malang yang anggota periode kedua baru dilantik, Kamis (18/8) lalu oleh Pemkot Malang. Ia berharap keberadaan BPSK bisa memfasilitasi kasus sengketa fidusia di Kota Malang.
"Meskipun kalau ada yang laporan ke kami tetap kami terima. Pelaporan juga menjadi hak warga," tegas Tatang.
Seperti yang sebelumnya diberitakan, selama tahun 2015, BPSK Kota Malang menerima 30 kasus pengaduan konsumen berkaitan dengan konsumen. Pengaduan itu didominasi kasus fidusia.
Sebelumnya,pada Kamis (18/8) pihak kepolisian juga menerima tiga laporan tindak pidana pengalihan objek jaminan fidusia. Ketiga laporan itu dibuat oleh dua perusahaan pembiayaan (leasing) yang berbeda.
Dua laporan pertama dibuat oleh leasing yang memberikan kredit mobil, dan satunya leasing yang memberikan kredit sepeda motor. Nilai mobilyang dibeli secara kredit masing-masing Rp 305 juta dan Rp 180 juta. Sedangkan nilai sepeda motornya sebesar Rp 12,6 juta.
Dua orang yang dilaporkan oleh leasing dalam hal pembelian mobil adalah dua orang perempuan yang berasal dari Kecamatan Wagir Kabupaten Malang, dan Lesanpuro Kecamatan Kedungkandang Kabupaten Malang.
Pihak leasing melapor karena kedua orang itu tidak membayar cicilan dan telah diberi surat somasi selama tiga kali namun tidak merespon surat tersebut, sehingga keduanya dilaporkan ke polisi.
Satu lagi orang yang dilaporkan karena membeli sepeda motor namun memakai nama orang lain. Pihak leasing mendapati bahwa orang yang namanya tertera di aplikasi pembelian, tidak pernah mengajukan kredit. Hal itu diketahui setelah nama yang tertera di aplikasi tidak membayar cicilan di angsuran ketiga. Setelah dicek, ternyata orang yang mengajukan kredit adalah orang lain. (Ica)