Kecelakaan Didominasi Sepeda Motor


EVAKUASI : Petugas Lalu Lintas ketika mengevakuasi sepeda motor yang terlibat kecelakaan.


MALANG - Angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Malang, masih cukup tinggi. Sejak Operasi Ramadhaniya 2016 mulai tanggal 30 Juni sampai 10 Juli lalu, jumlah kasus kecelakaan yang terjadi sebanyak 18 peristiwa. Dari kejadian tersebut, 4 korban meninggal dunia, 1 luka berat dan 28 luka ringan.
"Kejadian kecelakaan tersebut menyeluruh, hampir di setiap wilayah ada. Kerugian material akibat kecelakaan itu, ditafsir sekitar Rp 13.650.000," ujar Kanitalaka Lantas Polres Malang, Ipda Yoyok Supandi. Dikatakan dia, dari 18 kejadian kecelakaan tersebut, 75 persen dominan adalah pengendara sepeda motor.
Sedang sisanya adalah kecelakaan mobil. "Kalau dihitung dengan perbandingan tahun lalu, masih harus menunggu berakhirnya Operasi Ramadhaniya yang baru berakhir pada 15 Juli nanti," tuturnya. Faktor penyebab kecelakaan tersebut, menurutnya karena human error.
Pengendara sepeda motor kurang berhati-hati dalam mengemudikan kendaraan. Sedangkan untuk faktor kondisi jalan yang rusak atau bergelombang, sangat kecil. "Rata-rata karena kurang hati-hati. Misalnya pengendara motor berusaha menyalip kendaraan di depannya,” ungkapnya.
Selain itu, kurang berhati-hati akhirnya menabrak dari belakang kendaraan yang ada di depannya. Selain jumlah kejadian kecelakaan tersebut, selama Operasi Ramadhaniya 2016 juga, dilakukan tindakan tegas terhadap pelanggar.
Sebanyak 551 kendaraan terpaksa ditilang karena melanggar, dan 71 pengendara ditegur karena tidak tertib. "Banyaknya jumlah kecelakaan ini, karena kejadian kecelakaan kecil juga dilaporkan, hanya karena untuk bisa mendapatkan Jasa Raharja dan asuransi," paparnya. (agp/mar)