Malang Post

Kejahatan Perbankan Muncul di AJB Palsu

Share
Eddy Hartono

KEPANJEN-  Kasus dugaan pemalsuan Akta Jual Beli (AJB) yang dilakukan oleh notaris Kuntjoro  Wihono SH terus berlanjut di kepolisian. Sebelumnya, saat diperiksa penyidik di Satreskrim Polres Malang, warga Desa Ngijo, Karangploso ini bersikukuh bila pembuatan AJB itu sudah sesuai dengan ketentuan maupun prosedur. Namun, hal ini dengan tegas dibantah Eddy Hartono, SH, pengacara Sukirman, pelapor kasus ini yang tinggal di Dusun Genitri, Desa Kedungrejo, Pakis. Ditemui Malang Post di Polres Malang kemarin, dia menyatakan bila kliennya dan  Siti Nurifah, istri Sukirman tidak pernah bertemu dengan Kuntjoro.
“Pak Sukirman beserta istri, tak pernah bertemu maupun kenal dengan yang bernama Kuntjoro dan Rachardian, staf freelancenya. Bertemu saja tak pernah, apalagi melakukan tanda tangan persetujuan AJB itu,“ ucapnya. Pengacara yang berkantor di Jalan Kavaleri Malang itu, menuduh bila Kuntjoro telah melakukan tindak pidana pemalsuan AJB. “Apalagi saat membuat AJB itu, dia menyerahkan kepada Rachardian. Otomatis produksi hukum AJB itu gugur, karena prosesnya salah,“ katanya berapi-api. Proses salah yang dimaksudnya, yakni aturan baku dalam menandatangani perjanjian AJB ini.
”Dalam aturan itu tertulis : Datang di hadapan saya ahli waris maupun penjual dan pembeli. Ini sudah aturan baku di kantor notaris manapun dan dimana saja. Jelas, dia telah melakukan pelanggaran pidana dalam kasus ini,“ tandasnya. Di sisi lain, dia juga menduga ada permainan Bank Panin dalam kasus pemalsuan ini. Lantaran Eddy mengetahui, bahwa surat tanah milik Sukirman telah di AJB-kan kepada pihak lain yakni Widya Rachmawati, 39 tahun, warga Jalan Digul Malang dengan menggunakan identitas palsu dan dianggunkan kepada Bank Panin. Artinya, tegas dia, maka disinyalir telah terjadi kejahatan perbankan yang diduga melibatkan oknum tertentu dari pihak bank.
“Bisa jadi Bank Panin terlibat kasus ini. Karena harusnya pihak bank tak berani menjadikan rumah sengketa itu sebagai anggunan kredit,“ cetus Eddy. Meski mensinyalir telah terjadi kejahatan perbankan dalam perkara ini, namun Eddy menegaskan bahwa pihaknya untuk saat ini masih akan fokus pada laporan yang mereka buat ke Polres Malang terhadap notaris Kuntjoro. “Sekarang kami akan selesaikan masalah pidananya dulu,” pungkasnya. Seperti diketahui, Seperti diketahui, Kuntjoro dilaporkan ke Satreskrim Polres Malang, oleh Sukirman yang berdinas di Denpom V/3 Brawijaya. Dia diduga kuat membuat AJB palsu, yang menyatakan seakan-akan Sukirman telah menjual rumah seluas 262 meter persegi yang ditempatinya sekarang. (big/mar)
comments

Comments

 
0 #2 RB 2013-01-11 02:10
tanah/bangunan bisa punya 2 atau lebih sertifikat? selamat datang di indonesia! :lol: :lol:
Quote
 
 
+1 #1 bambang satriya 2013-01-11 00:53
Yang benar "agunan" pak wartawan, bukan anggunan...plis deh
Quote
 

This content has been locked. You can no longer post any comment.