Kejutan Akhir Pekan KPK RI, Mulai Sasar Kabid Era Jarot


MALANG – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI mulai menyasar Kepala Bidang di era Jarot Edy Sulistyono. Dimulai dari kejutan akhir pekan saat menggeledah rumah pribadi Kepala Bidang  Tata Ruang Dinas PUPR Kota Malang, Dahat Sih Bagyono di Villa Bukit Tidar blok E2, Sabtu (12/8).
Kedatangan KPK ke rumah kepala bidang DPUPR, menjadi tanda bahwa KPK tak hanya mencari barang bukti di tempat pimpinan dinas, tapi juga bawahan setingkat kabid. Pada era Jarot, selain Dahat, ada Tedy Sujadi Soemarna, mantan Kabid Perumahan dan Tata Ruang DPUPPB, serta Noer Rahman Wijaya, mantan Kabid Bina Marga dan SDA DPUPPB.
Khusus di kediaman Dahat, ada enam orang penyidik KPK, plus dua polisi Sabhara Polres Makota yang datang. Saat diwawancarai, Dahat menyebut kedatangan KPK ke rumahnya adalah untuk mengambil dokumen terkait pekerjaannya di DPUPR.
“Ambil dokumen di rumah, berkaitan dengan pekerjaan saja, bukan dokumen pribadi, ” kata Dahat dengan terbata-bata, kepada wartawan kemarin siang.
Penyidik KPK datang dengan dua mobil sekitar pukul 09.30 WIB. Dia sedang keluar rumah untuk rapat ketika menerima telepon dari keluarganya. Dari telepon tersebut, Dahat langsung meninggalkan rapat, serta mengebut pulang. Dia tiba di rumahnya sekitar pukul 10.00 WIB. KPK sudah bersiap melakukan penggeledahan ketika Dahat datang.
“Saya tidak sedang di rumah. Tadi saya sedang di kampus UIN ada pertemuan wali siswa, lalu ditelepon sekitar pukul 09.30 bahwa ada KPK datang. Dia minta dokumen, saya persilakan masuk ruangan saya,” urai Dahat.
Kedatangan KPK ke rumah pribadi Dahat adalah untuk mencari berkas lain setelah menggeledah kantor DPUPR Kota Malang. Selama kurang lebih dua setengah jam, penyidik KPK mengacak-acak berkas Dahat di dalam ruangan rumahnya. Setelah keluar dari rumah Dahat, ada penyidik yang membawa koper dorong, koper jinjing, serta berkas yang ditempatkan dalam tas. Penyidik KPK lalu meninggalkan lokasi rumahnya.
Saat ditanyai berkas apa yang diambil dari rumahnya, Dahat enggan menjelaskan secara rinci. Dia juga berkilah tentang jenis berkas apa yang disita KPK. Dahat juga menghindari pertanyaan wartawan tentang berkas proyek apa yang disimpan di rumahnya, dan tidak ditaruh di kantor DPUPR.
Dia juga menghindar ketika ditanya tentang sangkaan KPK terhadap mantan pimpinannya, Jarot terkait dugaan gratifikasi kepada Ketua DPRD M Arief Wicaksono, dalam APBD-P 2015.
“Tanya KPK langsung saja, saya lupa,” tambahnya.
Meski demikian, saat ditanyai wartawan tentang posisinya sebagai mantan anak buah Jarot, Dahat tidak membantah. Dia pernah menjadi Kabid Bina Marga SDA. Dia juga sempat menjabat kepala bidang Penataan dan Pengawasan Bangunan era Jarot. Sebelum mutasi Jarot ke DPM-PTSP, Dahat sudah bekerja di DPUPBB. Sehingga, tidak aneh bila KPK akhirnya menggeledah rumahnya, demi menemukan berkas yang berkaitan dengan kasus saat ini.
Seperti diberitakan sebelumnya, Febri Diansyah, Jubir KPK memastikan bahwa pemeriksaan terhadap para saksi dilakukan mulai Senin, setelah penyidik menganalisis bukti-bukti yang disita dari banyak tempat di Kota Malang. Hall Rupatama markas Polres Makota, dipastikan dipinjam oleh KPK untuk meminta keterangan dari para saksi, mulai hari Senin besok.
“KPK sudah minta pinjam ruangan, dan kita pada intinya mendukung. Senin sudah mulai dipakai,” tandas Kapolres Makota, AKBP Hasibuan, saat diwawancarai Malang Post.(fin/ary)

Malang Hari ini

loading...