Komplotan Penipu Dibongkar


INTEROGASI : Ketiga anggota penipuan dan penggelapan ketika diinterogasi bersama dengan barang buktinya.

MALANG - Jaringan pelaku penipuan dan penggelapan motor, dengan modus meminta tolong korbannya untuk mengantarkan ke suatu tempat, berhasil diungkap Satreskrim Polres Malang. Seorang pelaku utama serta dua penadahnya berhasil diamankan.
Termasuk 17 unit motor yang dijadikan barang buktinya. Para pelaku yang diamankan adalah Jamal Badri, 43, warga Desa Kidal, Tumpang. Dia berperan sebagai pelaku utama penipuan dan penggelapan. "Tersangka Jamal ini, beraksi seorang diri," ujar Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adam Purbantoro.
Dua pelaku lainnya yang merupakan penadah adalah Imam Sahroni, 40, warga Desa Pamotan, Dampit dan Sumartono, 32 tahun, warga Dusun Dauan, Desa Jatirejoyoso, Kepanjen.  "Selain dua penadah, masih ada penadah lainnya yang kami buru," tuturnya.
Menurut Adam, penangkapan jaringan penipuan dan penggelapan motor ini, berawal dari Muliono, warga Kecamatan Poncokusumo.  Pada 31 Mei 2016 lalu, tersangka Jamal Badri, datang ke rumah korban.
Tersangka sebelumnya memang sudah kenal dengan korban. Kedatangan Jamal ini, minta diantarkan pulang ke Desa Kidal. Lantaran kenal dan tidak curiga, Muliono bersedia saja.  Dengan mengendarai sepeda motor Suzuki Satria FU warna merah N 4991 JY, korban mengantarkan tersangka.
Sampai di Desa Kidal, tersangka Jamal meminta korban berhenti. Alasannya, ia ingin ganti membonceng, karena jalannya rusak dan sempit.  Muliono yang tidak curiga, setuju saja. Ketika di sebuah gang kecil, Jamal menghentikan motor dan minta korban turun.
Begitu turun, tersangka langsung tancap gas dan membawa kabur motor korban. Karena merasa tertipu, Muliono lantas melaporkannya ke polisi. "Modus tersangka ini, memang meminta korbannya untuk mengantarkan ke suatu tempat,” katanya.
“Ia selalu mencari jalan sempit dan area persawahan dengan harapan supaya korban tidak bisa mengejar," tambah mantan Kasatreskrim Polres Malang Kota ini. Begitu berhasil mendapatkan motor, Jamal lantas menjualnya kepada Imam Sahroni.
Ada bermacam jenis motor, seperti Suzuki Satria, Honda Vario, Yamaha Mio dan Yamaha Jupiter. Rata-rata setiap motor dijual seharga Rp 2.5 juta.  "Uangnya habis saya gunakan untuk mencukupi kebutuhan hidup," ucap tersangka Jamal.
Dari Imam Sahroni, sebagaian barang bukti motor juga dijual kepada Sumartono. Imam Sahroni, mencari keuntungan sekitar Rp 400.000 sampai Rp 1 juta.  "Saya membeli motor karena dikatakan motor leasing," kata Sumartono.
Dalam pemeriksaan penyidik, Jamal mengatakan sudah melakukan aksi serupa sebanyak 25 kali. Akibat perbuatannya Jamal dijerat dengan pasal 378 KUHP dan/atau pasal 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan.
Sedangkan dua pelaku lainnya dijerat pasal 480 KUHP, tentang penadah barang hasil curian. "Dari ketiga tersangka, yang kami amankan terlebih dahulu adalah Sumartono, lalu Imam Sahroni dan terakhir pelaku utama Jamal Badri," pungkas Adam. (agp/mar)