Kontraktor Pemkab Kecolongan Rp 100 Juta


MALANG - Pencurian modus ban gembos kambuh lagi. Kemarin siang, kontraktor yang menjadi rekanan proyek Pemkab Malang ini yang menjadi korbannya. Uang tunai sebesar Rp 100 juta yang baru saja diambil dari Bank Mandiri Kepanjen, disikat pelaku yang diketahui berjumlah dua orang.
Kasus pencurian tersebut, langsung ditangani oleh Polres Malang. Penyidik Reskrim dan Tim Identifikasi, langsung melakukan olah TKP. Beberapa saksi, dimintai keterangan untuk memburu pelakunya.
"Uang yang dicuri itu, sedianya untuk biaya operasional dan membayar gaji pegawai pada akhir pekan ini," ujar Agus Susanto, 43 tahun, korban pencurian.
Agus Susanto ini, adalah Direktur PT Konstruksi Indonesia Mandiri (KIM) yang beralamat di Jalan Sidodadi Barat, Jalinbar Kepanjen. Siang kemarin sekitar pukul 10.25, Agus pergi ke Bank Mandiri cabang Kepanjen, yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Kepanjen. Tujuannya untuk mengambil uang tunai.
Setiba di Bank Mandiri, Agus lantas memarkir mobil Fortuner putih persis depan ATM. Tetapi tak lama kemudian, oleh tukang parkir diminta pindah ke sebelah selatan. Usai parkir, Agus lalu keluar dari mobilnya N 494 AS miliknya, yang selanjutnya masuk ke dalam Bank Mandiri.
"Ketika mau masuk Bank, sampai di pintu saya ditanya oleh seorang Satpam. Katanya, mau ke ATM atau Bank, saya jawab ke Bank," tuturnya.
Setelah mencairkan uang sebesar Rp 100 juta, Agus lalu keluar. Sebelum meninggalkan Bank, ia masuk ke dalam ATM untuk melihat saldo akhir. Baru kemudian Agus langsung menuju mobil, selanjutnya pergi. Waktu itu, ia tidak meleihat ataupun mengecek kendarannya.
Selanjutnya, Agus bergegas meninggalkan Bank Mandiri, menuju gudang PT KIM. Selama perjalanan ia merasakan ada duga orang berboncengan sepeda  motor yang mengikutunya.
"Saya mengira, mereka itu mau menyalip mobil saya, karena terus membuntuti di belakang sejak saya keluar Bank," urainya.
Sampai di gudang PT KIM, Agus lantas memarkir mobilnya. Ia langsung masuk dan lupa membawa uangnya. Agus baru menyadari, setelah diingatkan oleh pegawainya kalau pintu mobil terbuka. Ketika dicek, ternyata uang Rp 100 juta yang ada di dashboard mobil, sudah raib.
Selain itu, Agus baru mengetahui kalau ban belakang mobil gembos. Akhirnya, peristiwa tersebut dilaporkan ke polisi. "Besi yang menancap di ban kemungkinan memang disengaja dan direncanakan saat saya berada di Bank," papar Agus.(agp/ary)