Konvoi Aremania Makan Korban


EVAKUASI : Jenazah Yoga Pratama dievakuasi dari lokasi kejadian dan (foto bawah) mobil yang ditabraknya ikut diamankan di Laka Lantas Polres Malang Kota.

MALANG - Kelalaian dalam berkendara menjadi salah satu penyebab kejadian kematian dalam berkendara selalu terjadi. Inilah yang dialami Yoga Pratama, 14, warga Jalan Raya Candi V RT12 RW05 Malang.
Kemarin atau sekitar pukul 13.30, siswa kelas 2 MTS Sunan Kalijaga Karang Besuki itu meregang nyawa di Jalan Kyai Parseh Jaya, Kelurahan Bumiayu, Malang. Motor yang dikendarainya menabrak pintu mobil Honda Accord.   
Yoga, panggilannya meninggal di lokasi kejadian saat melakukan “napak tilas” atau konvoi bersama kawan-kawannya. Kanit Lakalantas Polres Malang Kota, Iptu Budi Junaedi mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kecelakaan itu.
Keterangan yang didapat Aiptu Sugito, salah satu petugas yang melakukan olah TKP, kejadian berawal dari mobil Honda Accord warna putih, W 373 NS yang parkir di bahu Jalan Kyai Parseh Jaya hendak membuka pintu mobilnya.
Korban yang diduga sedang bersenda gurau dengan teman-temannya,  tidak melihat ada mobil parkir yang diparkir pemiliknya, Yulistyo Purnomo, 45, warga Desa/Kecamatan Sumberpucung searah dengan laju motornya.
“Menurut keterangan pemilik mobil dan warga sekitar, istri pemilik mobil sudah memberikan peringatan dengan melambai-lambai tangan untuk memberitahukan bahwa pintu mobil akan dibuka sebentar untuk mengambil barang,” tuturnya.
Menurut beberapa saksi mata,  Yoga yang mengendarai motornya cukup tinggi, langsung menabrak pintu mobil tersebut.  Motor yang dikendarai Yoga terpelanting dua meter ke kanan dan sempat mengenai pasangan suami istri yang sedang berkendara dari arah berlawanan.
Yoga sendiri, kepalanya langsung membentur aspal cukup keras.  Sedangkan Rendy Septian, 9, teman yang diboncengnya hanya mengalami luka ringan. Petugas memperkirakan, kecepatan motor yang dikendarai korban mencapai 60 km/jam.
“Ada dua motor tepat di depan korban yang sudah menghindar dan belok. Mungkin korban tidak lihat makanya langsung menabrak,” tutur Purnomo, pemilik mobil. Ia sendiri mengalami luka di bagian kaki karena sedikit terserempet motor saat kejadian.  
Sementara itu, saat ditemui di kamar jenazah RSSA Malang, Awi, 27, kerabat Yoga mengatakan sejak lima hari lalu, korban sudah diperingatkan kedua orang tuanya untuk tidak mengikuti konvoi Arema tersebut.“Ternyata dia ikut. Mungkin sudah takdirnya. Padahal, dia anaknya penurut kok,” ucapnya. (ica/mar)