Kunduran Truk, Kernet Tewas Terjepit


Teks: Kondisi tubuh Ahmad Khoiri yang tergencet truk dan pohon, ketika belum dievakuasi, sore kemarin. (Ist/Malang Post)

MALANG – Innalillahi wa innalillahi rajiun. Kernet truk tewas mengerikan, Jumat sore kemarin. Tubuh Ahmad Khoiri, 55 tahun warga Desa Jatisari, Tajinan, ini tergencet antara bak truk dan pohon ketika berusaha mengganjal ban angkutan yang tak kuat melaju di tikungan tanjakan Jalan Gunung Pletes, Desa Druju, Sumbermanjing Wetan.
Warga yang melihat di lokasi kejadian, benar-benar terperanjat. Sembari menutup mata, mereka pun mengucapkan Takbir. Sesaat warga hanya mampu berdiam diri, terperanjat diliputi rasa iba. Sedangkan korban, tak mampu berteriak kecuali nafasnya tersenggal-senggal dengan kondisi tubuh tak berdaya.
“Kami masih menyelidiki perkaranya. Anggota sedang di lapangan untuk mengumpulkan data,” ujar Kanitlaka Polres Malang, Ipda Yoyok Supandi.
Peristiwa memilukan itupun, mengakibatkan kemacetan arus lalu lintas cukup panjang sekaligus memakan waktu lama. Peristiwa terjadi sekitar pukul 15.15, di tikungan menanjak Jalan Gunung Pletes, Desa Druju, Kecamatan Sumbermanjing Wetan.
Truk bernopol AG 9038 BE berwarna hijau tersebut, sedang mengangkut puluhan karung berisi padi. Dari bawah, truk yang dikemudikan Arifin, 42 tahun warga Kedungwaru, Tulungagung, ini sudah berjalan lambat karena beratnya beban, apalagi kondisi jalan juga menanjak serta berbelok.
Sampai di tengah tanjakan, tiba-tiba truk tidak kuat lagi berjalan. Kemudian berhenti, dan Khoir turun dari truk berniat untuk mengganjal ban menggunakan bantalan kayu. Apes dialami korban. Saat posisisnya persis berada di belakang bak, tiba-tiba truk berjalan mundur. Korban yang tidak sempat menghindar, akhirnya terdorong hingga terjepit dengan pohon yang bertengger persis di belakangnya.
Warga sekitar dibantu pengguna jalan lain, lantas berusaha menolong korban. Sebagian dari mereka, melaporkan kejadian itu ke petugas Pos Lakalantas Turen. Meski berhasil dievakuasi dan dilarikan ke RS Bokor Turen, tetapi nyawa korban tidak diselamatkan.
Untuk proses visum, jenazah dirujuk ke kamar mayat RSSA Malang. “Untuk data lengkap, masih belum dilaporkan. Karena anggota masih proses evakuasi truk dan mengurus jenazah korban,” tutur Yoyok.
Nahrowi, adik kandung korban mengatakan bahwa terakhir bertemu dengan sang kakak pada pagi kemarin. Kemudian, sore hari dia mendapat informasi bahwa kakaknya mengalami kecelakaan. “Korban anaknya tiga sekaligus sudah punya seorang cucu,”jelas Nahrowi.(agp/lyo)