Lagi, Dua Wisatawan Tergulung Ombak Pantai Sipelot


MALANG - Musibah terjadi di akhir liburan lebaran Minggu kemarin. Dua wisatawan tewas tergulung ombak di Pantai Sipelot, Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo. Keduanya tenggelam setelah terseret arus, saat mau menyeberangi Sungai Tundo.
Kedua korban tersebut adalah Moch Samsul Ma'arif, 23 tahun, warga Desa Catak Gayam, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, serta Johan, 23 tahun, warga Wonoayu, Sidoarjo. Jenazah keduanya, semalam tiba di kamar mayat RSSA Malang untuk dimintakan visum.
"Dari keterangan saksi-saksi, keduanya tewas karena terseret arus sungai yang kemudian terbawa ke tengah laut. Kebetulan air Sungai Tundo meluap dan deras, karena baru saja terjadi banjir," ungkap Kapolsek Tirtoyudo, AKP Yan Usuludin.
Herman Saputro, salah satu teman korban sekaligus saksi mata mengatakan, kedua korban berangkat dengan rombongan berjumlah 10 orang. Mereka berangkat dari Jombang sekitar pukul 14.30 pada hari Sabtu (9/7/16) dengan mengendarai motor.
"Kami berangkat berboncengan motor. Ada lima motor. Dari 10 rombongan, dua di antaranya perempuan. Kami semuanya teman bermain," ujar Herman Saputro, yang dibenarkan Aris Kurniawan, saksi lain.
Tiba di Pantai Sipelot sekitar pukul 23.30. Mereka kemudian mendirikan tenda dan bermalam di pinggir pantai. "Setiba di pantai, kami tidak melakukan aktivitas apapun. Kami semuanya langsung tidur di tenda," tuturnya.
Baru pagi hari kemarin sekitar pukul 09.30, ketika bangun tidur rombongan berjalan menyusuri Pantai Sipelot. Sampai di muara (pertemuan air tawar dan air laut), mereka berniat menyeberang Sungai Tundo, menuju batu karang.
Kedua korban serta saksi Udin, berjalan di depan. Sedangkan tujuh rombongan lain di belakang. Saat menyeberang sungai, tiba-tiba Johan terseret arus sungai yang deras. Moch Samsul Ma'arif yang melihat temannya terseret arus, berusaha menolong.
Namun apes, karena derasnya air sungai membuat tubuh keduanya terbawa sampai ke tengah laut. Saksi Udin, yang melihat temannya terseret arus, tidak bisa berbuat apa-apa. Ia hanya berteriak minta tolong kepada teman-temannya.
"Saat di tengah laut, kedua korban sempat melambaikan tangan. Namun tak lama kemudian langsung tenggelam," tutur mereka, sembari mengatakan kedua korban sudah bekerja. Moch Samsul Ma'arif bekerja di pengiriman LPG Mojoagung, Jombang.
Persitiwa itu, oleh teman-temannya dilaporkan ke penjaga pantai. Selanjutnya diteruskan ke perangkat desa dan Polsek Tirtoyudo. Sekitar 1,5 jam dilakukan pencarian, tubuh keduanya ditemukan setelah terdampar di pasir dalam kondisi tidak bernyawa.
"Kami semua sama sekali tidak ada firasat. Bahkan kami juga tidak sempat berfoto sebelum kejadian itu," katanya.(agp/han)