Lima Budak Narkoba Diringkus Sat Reskoba Malang Kota


MALANG - Lima budak narkoba yang berperan sebagai pengedar dan pemakai barang haram harus rela menghabiskan masa hidup di balik jeruji besi akibat kedapatan melakukan aktivitas kriminal mengedarkan dan memakai barang haram jenis shabu dan ganja.
Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasat Reskoba) Polres Malang Kota, Iptu Imam Mustaji, SH., mengatakan kelima tersangka diciduk polisi secara terpisah saat sedang melakukan transaksi maupun saat akan mengkonsumsi barang haram tersebut.
“Kelima tersangka tersebut adalah SB (33), BRR (25), DES (25), EP (28) dan AYN (32). Tersangka SB dan BRR merupakan pengedar dan pemakai shabu, sedangkan BRR, DES, dan AYN merupakan pemakai dan pengedar ganja kering,” jelas Imam dalam ungkap kasus narkoba, Selasa (2/8) di halaman depan Mapolres Malang Kota.
Lebih lanjut Imam menerangkan, tersangka pertama yang diciduk tim Sat Reskoba Malang Kota adalah tersangka SB, pengangguran, warga asal Sampang Madura. SB diciduk saat akan menjual shabu di salah satu Guest House, di Kawasan Klojen, Kota Malang pada 4 Juni 2016 lalu.
SB sengaja datang ke Malang untuk melakukan aktivitas penjualan shabu. Ia ternyata sering mengedarkan sabu di Malang. Imam menambahkan, menurut tersangka rencananya shabu tersebut akan dijual Rp 1 juta per gram.
“Pada awalnya ada 16 gram, tetapi sudah berhasil dijiual. Dan yang kami dapatkan dari hasil penggeledahan ada 9 gram shabu saja yang akan siap dijual,” tuturnya.
Sedangkan penangkapan kedua merupakan tersangka BRR seorang supplier alat tulis, warga Jalan Candi Sari, Lowokwaru Kota Malang pada 21 Juli lalu. BRR di Jalan Panglima Sudirman, Klojen, oleh Unit Satreskoba Polres Malang Kota dan didapati dua plastik shabu seberat 1,16 gram.
Imam menjelaskan, barang haram itu didapat dari salah satu rekannya yang saat ini masih dalam pengejaran polisi. “Pelaku mengaku baru satu tahun menjalankan bisnis sampingan jual sabu,” jelas Imam.
Sementara itu pengkapan ketiga dilakukan pada tiga tersangka pengedar dan pemakai ganja kering, DES, EP dan AYN. Mereka berhasil diamankan secara terpisah dengan barang bukti ganja kering total kurang lebih 375 gram ganja beserta satu kaleng biji ganja siap tanam seberat 50,8 gram. Ketiganya memang merupakan komplotan pengedar, lanjut Imam.
“Yang biji ganja kami temukan disalah satu rumah tersangkan yang rencananya akan ditanam di halaman rumah untuk nantinya dijual,” tandas Imam.
Ketiga tersangka ini kemungkinan besar terlibat dalam satu jaringan. Pasalnya, barang diakui didapat dari Aceh.  Ketiganya membeli satu garis ganja sebesar Rp 650 ribu dan dijual kembali dengan harga lebih tinggi.
 “Untungnya Rp 400 ribu tiap satu garis ganja kecil,” jelasnya. Semua pelaku diancam pasal 112 dan 111 ayat 1, UU 35 tentang narkoba, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun penjara.
Imam menambahkan, tak akan berhenti mengungkap peredaran narkoba sekecil apapun di Kota Malang. Meski, ia mengakui tak mudah membongkar praktik peredaran barang terlarang itu. Menurut catatan Polres Malang Kota dalam kurun waktu enam bulan ini, Sat Reskoba Polres Malang Kota telah menangani sekitar 158 kasus narkoba di Kota Malang. (Ica)