Mancing, Perahu Terbalik, Tiga Nyawa Melayang


NGANTANG – Niat hati ingin refreshing dengan mancing, namun takdir berkata lain. Perahu yang membawa rombongan lima pemancing terbalik di Bendungan Selorejo, Dusun Gading, Desa Kaumrejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang Selasa (6/9/16) malam lalu. Tiga orang meninggal dunia, dan dua lainnya selamat. Korban meninggal, salah satunya PNS Pemkot Batu, Irfan Purnomo yang bertugas di bagian produksi dan ATV. Itu sebabnya, saat kabar meninggalnya pria yang akrab disapa Kentus ini merebak, banyak pegawai Pemkot Batu dan ATV langsung mendatangi rumah duka di Jalan Arjuno Gg I, Kelurahan Sisir, Kecamatan Kota Batu. Bahkan, mereka juga ikut mengantarkan jenazah Kentus di TPU Sisir, Jalan Agus Salim, pukul 08.30 kemarin. Sementara dua korban meninggal lain adalah,Sudi Asmono, warga Jalan Agus Salim, Kelurahan Sisir, Kecamatan/Kota Batu, dan Jawan,  warga Dusun Gading, Desa Kaumrejo, Kecamatan Ngantang, yang merupakan pemilik perahu. Dua korban yang selamat adalah Yudi Purnomo, warga  Jalan Hasanudi, Desa/Kecamatan Junrejo, Kota Batu dan Suroso, 44 tahun, warga Dusun Sumber Mulyo, Desa Sumber Agung, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Dua korban ini selamat karena memegangi sisi perahu. ”Saya tidak bisa berenang dan memegang sisi perahu. Di belakang saya ada mas Seroso,’’ kata Yudi. Sementara dua temannya, Kentus dan Asmo ada di sisi lain, bersama Jawan pemilik perahu. Awalnya, ketiganya sempat terlihat berenang. Tapi tidak lama kemudian ketiganya tenggelam. “Waktu saya naik perahu, Pak Slamet, pemilik perahu lain yang menolong sempat memberikan kayu kepada Asmo, tapi tidak lama kemudian dia tenggelam,’’ tambah Yudi yang kemarin ditemui Malang Post di rumah ibunya di Jalan Agus Salim Gg II, Kelurahan Sisir ini. Yudi menceritakan, sebelumnya, dia bersama tiga temannya ini mancing di Bendungan Selorejo. Mereka berempat berboncengan dengan dua motor. Yudi dengan Suroso, sedangkan Kentus dengan Asmo. Mereka berangkat pukul 15.00 dari rumah Yudi, di Jalan Agus Salim. “Kami sempat terpisah, karena saya dan Mas Suroso lebih dulu membeli lumut untuk umpan memancing,’’ tambah pria yang bekerja sebagai honorer di Bagian Umum Pemkot Batu ini.