Membawa 3 lembar uang palsu, Ditahan


MALANG - Muhammad Ali Yahya, 28 tahun, harus meringkuk di balik rutan Mapolsek Wonosari. Warga Dusun Tempursari Kulon, Desa Sumbertempur, Wonosari ini, dijebloskan ke dalam tahanan karena kedapatan membawa tiga lembar uang palsu (upal) pecahan Rp 100.000.
“Tersangka kami amankan di rumahnya, setelah kami mendapat laporan warga. Hasil Laboratorium Forensi di Polda Jatim, memang uang palsu," ungkap Kapolsek Wonosari, AKP Triwik.
Informasi yang diperoleh, penangkapan Yahya ini, berawal dari informasi masyarakat. Warga melaporkan kalau ada pemuda yang mengedarkan uang palsu. Modusnya, dengan membelikan upal tersebut ke pedagang di Pasar Wonosari.
Polisi yang mendapat laporan, segera melakukan penyelidikan. Begitu didapat petunjuk bahwa yang mengedarkan upal adalah Yahya, tanpa menunggu lama petugas langsung menangkapnya. “Semula memang mengelak. Namun setelah kami geledah, kami temukan barang bukti,” tuturnya.
Dalam pemeriksaan, Yahya mengatakan kalau upal tersebut didapat dari seorang temannya di luar Malang. Tersangka mengaku mendapat upal, saat bermain ke rumah temannya beberapa waktu lalu. "Saya hanya diberi tiga lembar saja. Itupun baru sekali saya coba belikan di pedagang,” aku dia.
Namun setelah membelikan, saya sudah diamankan oleh polisi," urai tersangka Yahya. Akibat perbuatannya tersebut, Yahya dijerat dengan pasal 36 ayat 2 Jo pasal 26 ayat 2 Undang-undang nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang. (agp/mar)