Modus Gandakan Uang, Pakai Uang Mainan Rp 1,3 Miliar

MALANG - Masyarakat harus lebih waspada dan cerdas, untuk tidak gampang percaya dengan tawaran penggandaan uang. Saat ini, ada modus penipuan baru dengan menggunakan uang mainan pecahan Rp 100 ribu seperti kasus penipuan yang diungkap Satreskrim Polres Malang. Polisi mengamankan uang mainan pecahan Rp 100 ribu senilai Rp 1,3 miliar lebih. Uang mainan tersebut disita dari tangan dua pelaku penipuan, bermodus bisa menggandakan uang, Hilman Sanjaya alias Fariqin alias Gus Ali, 42 tahun, warga Jalan KH Malik Dalam, Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang, serta Moch Efendi alias Gus Mad, 45 tahun, warga Jalan Banyuanyar, Desa Ketawang, Kecamatan Gondanglegi. Keduanya diringkus usai menipu pasangan suami istri (pasutri) asal Jawa Barat, di rumahnya masing-masing, selang empat hari usai aksi penipuan. "Selain uang mainan, kami juga mengamankan mobil Honda Jazz W 776 S yang dijadikan sarana beraksi sebagai barang bukti. Mobil tersebut merupakan mobil rental yang mereka sewa," ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adam Purbantoro sambil menunjukkan barang bukti uang mainan yang diamankan, kemarin (8/8/16). "Uang palsu (mainan, red) ini tidak untuk diedarkan atau dibelanjakan barang oleh pelaku, namun hanya sebagai alat untuk melakukan penipuan," sambung Adam. Penipuan yang dilakukan keduanya, terjadi Rabu 3 Agustus lalu. Pasangan suami istri Rani dan Ipal, datang ke Gunung Kawi, Desa/Kecamatan Wonosari. Kedatangan mereka untuk mencari orang pintar yang bisa menyembuhkan penyakit Rani. Mereka kemudian dikenalkan oleh seorang warga kepada Moch Efendi alias Gus Mad, yang mengaku sebagai tabib. Padahal kesehariannya, ia hanya bekerja sebagai petani. Entah karena kebetulan, saat pura-pura mengobati, ternyata penyakit Rani bisa sembuh. Pasutri inipun, akhirnya meyakini Gus Mad adalah orang pintar. Apa yang dikatakan Gus Mad selalu dipercaya. Hingga akhirnya Rani meminta tolong pada pelaku untuk menggandakan uang. Mendapat tawaran itu, Gus Mad lantas mengenalkan korban kepada Hilman Sanjaya alias Fariqin alias Gus Ali. Mereka bertemu di Hotel Roro Gunung Kawi, tempat korban menginap. Di kamar hotel tersebut, Gus Ali mengaku orang pintar yang bisa menggandakan uang. Agar korbannya yakin, Gus Ali menunjukkan uang pecahan Rp 100 ribu senilai Rp 1,3 miliar. Jika jeli, Rani seharusnya tahu jika uang yang ditunjukkan itu, adalah uang mainan. Sebab tertulis kata mainan dan souvenir di uang tersebut. Alih-alih ada tulisan Bank Indonesia, di uang mainan tersebut tertulis Bank Mainan. Namun, agar terlihat seperti uang asli, tulisan uang mainan souvenir ditutupi dengan kertas pengikat. Bodohnya, korban saat itu tidak melihat secara cermat dan langsung percaya begitu saja. Selanjutnya, Rani menyerahkan uang sebesar Rp 8 juta untuk digandakan. Setelah menerima uang, keduanya lantas pergi.  Namun setelah itu, kedua pelaku tidak bisa lagi dihubungi. Korban yang sadar telah tertipu, lantas melaporkannya ke polisi. "Pengakuan tersangka Gus Ali, dia sudah enam kali melakukan penipuan dengan modus sama. Dua kali di Jakarta, tiga kali di Surabaya dan sekali di Malang. Uang mainan yang mereka miliki, diakui dapat dari temannya," jelas mantan Kasatreskrim Polres Malang Kota ini. Mereka ditangkap Sabtu (6/8) lalu. Petugas mendapati Honda Jazz yang menjadi sarana beraksi pelaku di Kota Malang. Saat dihentikan, ternyata mobil rental. Lewat petunjuk dari pemilik rental, akhirnya diketahui identitas pelaku hingga keduanya berhasil diringkus di rumahnya masing-masing. "Mereka berdua kami jerat dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman 5 tahun kurungan penjara," tegasnya. Sementara itu, Gus Ali mengatakan bahwa hasil kejahatan yang dilakukan dengan Gus Mad dibagi dua. "Uangnya habis untuk kebutuhan keluarga," singkat Gus abal-abal itu dengan menundukkan kepala.(agp/han)