Pasca Pokuli Dua Warga, Kades Pagak Kabur


KORBAN:  Sagimin alias Pak Ru, yang Rabu lalu dipukuli Kadesnya dimintai keterangan pihak kepolisian. (Agung Priyo/Malang Post)

MALANG - Upaya polisi menangkap Kepala Desa Pagak, Muasan sepertinya bakal mengalami hambatan. Sebab pasca menganiaya dua warganya, Muasan langsung kabur. Keberadannya pun hingga saat ini, masih belum diketahui.
Ada dua kemungkinan kaburnya Muasan. Pertama, karena takut dihukum setelah menyadari perbuatannya menganiaya dua warganya. Kedua, lantaran takut diamuk warga yang terpancing dengan kasus itu." Informasinya, yang  bersangkutan  sudah kabur setelah kejadian itu," ujar Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adam Purbantoro.
Saat ini, lanjut mantan Kasatreskrim Polres Malang Kota itu, bahwa kasus penganiayaan yang dilakukan oleh Muasan sedang diselidiki. Polisi sudah menerima laporan kedua korban, sekaligus menunggu hasil visum dari RSUD Kanjuruhan Kepanjen,dan memeriksa keterangan saksi-saksi.
"Setelah nanti kami meminta keterangan saksi-saksi, maka akan langsung penetapan tersangkanya," tegas Adam Purbantoro.
Sementara itu, perilaku  arogan yang dilakukan Kades Pagak Muasan itu, membuat Komisi A DPRD Kabupaten Malang, berang. Zia Ulhaq, Wakil Ketua Komisi A sangat menyayangkan perbuatan Muasan. Karena sebagai pejabat publik, tidak dibenarkan melakukan tindak kriminal, apalagi menganiaya warganya sendiri.
"Arogansi tidak dibenarkan, karena Kades masuk kategori pejabat publik. Perbuatan Kades ini jelas sangat memalukan," terang Zia Ulhaq.
Politisi Partai Gerindra ini, juga meminta Inspektorat Kabupaten Malang untuk segera turun tangan. Inspektorat harus cepat memanggil Muasan serta dua warganya yang menjadi korban.
"Kami minta Inspektorat segera tanggap dengan meminta keterangan yang bersangkutan sebelum menambah keresahan masyarakat," papar mantan aktivis ini.
Sementara Inspektorat Kabupaten Malang, Didik Muljono masih belum bisa dimintai keterangan. Saat dihubungi nomor ponselnya, tidak ada jawaban meskipun ada nada panggil. Termasuk saat di SMS pun, juga tidak ada balasan.
halnya diberitakan Malang Post,  masyarakat Desa/Kecamatan Pagak, Rabu sore lalu ngamuk.  Emosi mereka terpancing  oleh kelakuan Kepala Desanya, Muasan. Dia  memukuli dua orang warganya, yakni seorang tukang ojek Sagimin alias Pak Ru, 60 tahun serta Farid Gatot Hermawan, 34 tahun, pemilik toko materialan.
Akibat penganiayaan tersebut, keduanya mengalami luka memar di kepala. Bahkan bibir Pak Ru mengalami luka robek. Apa alasan Muasan menganiaya, juga masih belum jelas.(agp/lyo)