Pekerjakan Anak, Tiga Ortu Ditahan


MALANG - Penelantaran dan tindakan eksploitasi pada anak menjadi salah satu fokus perhatian penanganan kasus dalam jajaran Polres Malang Kota. Hal ini dibuktikan dalam pengungkapan kasus eksploitasi pada anak yang dilakukan tiga warga Jalan Muharto, Rabu (24/8). Ketiga orang tua (ortu) itu ditahan Polisi dengan memakai Undang-undang perlindungan anak.
Kasus ini diketahui Polisi pasca melakukan patrol malam. Nah, di kawasan Jalan Letjen Sutoyo (sekitar Kaliuran, Red) , didapati sejumlah anak mengamen dan menjajakan koran. Dari anak-anak tersebut, kemudian diperoleh keterangan sehingga tiga orang tua mereka ditangkap.
“Saya lihat anak-anak yang masih dibawah umur ini jualan koran yang sudah dari tadi pagi, kemudian mengamen di tengah jalan raya. Akhirnya saya kejar salah satunya dan mengorek keterangan,” ungkap Kapolres Malang Kota AKPB Decky Hendarsono dalam gelar ungkap kasus di Mabes Polres Malang Kota.
Dari hasil keterangan salah satu anak tersebutlah, dirinya kemudian menugaskan unit Reskrim untuk menyelidiki lebih lanjut. Alhasil, sejumlah 7 anak yang rata-rata di bawah umur berhasil diselamatkan oleh Polres Malang Kota. Sekaligus tiga warga yang menjadi orang tua anak-anak tersebut diamankan pihak kepolisian.
Sementara itu ketiga pelaku eksploitasi anak yang diamankan tersebut diantaranya adalah Kardi (46 tahun) warga Jalan Muharto Gang 3 B RT 7 RW 6 yang memiliki tiga orang anak berinisial F (8 tahun), F (10 tahun), dan F (13 tahun). Kemudian ada Hasan (46 tahun) warga Jalan Muharto Gang 7 RT 7 RW 5 yang memiliki dua anak berinisial R (13 tahun) dan S (8 tahun). Satu lagi adalah Maisaroh (40 tahun) warga Jalan Muharto 3 B RT 7 RW 6 yang memiliki satu anak berinisial F (14 tahun).
“Penindakan ini juga atas program kepolisian seluruh Indonesia yang bertajuk Save Our Children di mana fokusnya adalah memberikan keamanan pada seluruh anak-anak. Nantinya tidak hanya ini saja, kami akan tugaskan petugas untuk menyisir jalanan dan bekerja sama dengan lembaga pemerhati anak untuk melakukan tindakan pasca anak ini diselamatkan,” urai Decky.
Sementara satu anak lagi yang tidak disebutkan identitasnya masih belum diketahui orang tuanya, dan sampai saat ini bersamaan dengan 6 orang anak lainnya sedang dalam pengawasan unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Malang Kota.
Kanit Reskrim Polres Malang Kota, AKP Tatang P. Panjaitan, SH., kemudian menjelaskan bahwa ke tujuh anak di bawah umur tersebut memang terbukti dieksploitasi. Dan karena masih di bawah umur dan seharusnya layak diberikan jaminan keamanan bukan malah disuruh bekerja sampai malam hari.  
Dari penangkapan itu, ia menambahkan, polisi juga menyita uang sebesar Rp 181 ribu, beserta alat mengamen. Ketiga pelaku itu diancam pasal 88 Jo, pasal 76 i UU RI 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI nomer 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. (ica/ary)