Motif Pembunuhan Masalah Dendam

TUNGGAL : Agus Siswantoro menjadi pelaku tunggal pembunuhan terhadap Munarah. (AGUNG PRIYO/MALANG POST)

MALANG - Penyidik Satreskrim Polres Malang, menetapkan Agus Siswantoro, 32, warga Dusun Sengon, Desa Pringgodani, Bantur sebagai pelaku tunggal. Pembunuhan terhadap Munarah, 80, tetangga dusunnya diakui seorang diri.
"Tersangka melakukan pembunuhan seorang diri, tanpa ada yang membantu. Saksi-saksi yang kami mintai keterangan, juga menyatakan bahwa tersangka sendirian," ujar Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adam Purbantoro.
Terkait kasus pembunuhan yang dilakukan, Adam melanjutkan, bahwa tersangka Agus dijerat dengan pasal 340 KUHP subsider pasal 338 KUHP, tentang pembunuhan berencana. Agus merencanakan pembunuhan sejak ia berangkat dari rumah.

Salah satu buktinya, adalah senjata pancor untuk menghabisi korban yang sudah dipersiapkan tersangka dari rumahnya. Untuk motif pembunuhan, mantan Kasatreskrim Polres Malang Kota ini mengatakan, bahwa motifnya karena dendam.
Soal isu yang terkuak kalau korban adalah dukun santet, sampai kemarin masih belum bisa dibuktikan. Sebab tidak ada bukti sekalipun saksi, yang menyatakan korban sebagai dukun santet.
"Pernyataan tersangka yang menyatakan, bahwa korban adalah dukun santet hanya persepsinya saja. Berdasarkan pengakuannya, bahwa ia menduga kalau korban dukun santet, didapat petunjuk dari mimpinya,” terang Adam.
Dilanjutkannya, dalam waktu dekat, Reskrim Polres Malang juga segera menggelar rekontruksi. Tujuannya, selain untuk melengkapi berita acara pemeriksaan (BAP), sekaligus mencocokkan keterangan tersangka dengan peristiwa pembunuhan sebenarnya.
Seperti diketahui, warga Dusun Krajan, Desa Pringgodani, Bantur digemparkan dengan tewasnya Munarah, 80, warga sekitar. Korban tewas setelah ditebas senjata tajam jenis parang oleh Agus Siswantoro, 32 tahun, tetangga dusunnya. Motif pembunuhan, karena masalah dendam pribadi. (agp/mar)