Pengembara Bobol Kotak Amal Masjid


PENCURI : Pria ini (tengah) pura-pura tidur di masjid untuk menguras kotak amal di masjid.


SURABAYA - Aan Sugianto, 34, mencoba menjadi pengembara dari masjid ke masijid. Namun sayangnya, pria asal Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang ini mengembara sambil menguras isi kotak amal masjid atau musholla.
Aksi Aan terakhir beraksi di Masjid Al-Hidayah Rabu (6/7) siang dan telah diamankan di Polsek Tenggilis usai bersembunyi di RS di Jalan Kendangsari. Kapolsek Tenggilis, Kompol Murjianto mengatakan tersangka diduga kerap melakukan aksi pencurian kotak amal.
Kedatangannya di Surabaya hanya ingin menguras kotak amal. "Tersangka tidak ada tempat tinggal. Sehingga dia di Surabaya hanya naik angkot dan turun lalu berjalan ke Masjid Al-Hidayah untuk mencuri kotak amal," terangnya, akhir pekan kemarin.
Sebelum beraksi, tersangka terlebih dulu pura-pura tidur karena menjelang adzan dhuhur. Saat adzan dhuhur berkumandang dan salat, tersangka masih pura-pura tidur. Tersangka baru bangun setelah seluruh jamaah meninggalkan masjid.
Menggunakan lidi sepanjang 30 centimeter, tersangka menguras uang di kotak amal masjid. Tersangka mendapat uang sebesar Rp 486.000. Usai mendapatkan uang, baru Aan keluar dari masjid tanpa sepengetahuan takmir.
Namun untungnya takmir baru mengetahui pencurian itu dari melihat posisi kotak amal yang disanggah tiang dalam kondisi roboh. Takmir masjid
langsung melihat rekaman CCTV yang terpasang di sekitar masjid.
Berdasar rekaman CCTV itu, takmir masjid mengetahui ciri-ciri tersangka. Takmir masjid langsung memberitahu warga di sekitar. Menurut Murjianto, hanya ada satu warga yang menguntit tersangka sampai rumah sakit di Jalan Kendangsari.
Tapi warga itu tidak berani terlalu dekat karena khawatir tersangka membawa senjata. "Usai adanya laporan dari warga anggota yang sedang patroli langsung ke lokasi kejadian," imbuhnya. Murjianto menduga tersangka sudah beraksi di beberapa kota.
Saat ditangkap polisi, tersangka tidak mengantongi identitas apapun. Dia menduga tersangka berusaha menutupi identitas sebenarnya. Menurutnya, penyidik masih mengembangkan kasus ini. Pihaknya sedang koordinasi dengan kepolisian di daerah lain untuk menelusuri rekam jejak tersangka. (jpnn/mar)