Pengeroyok Warga Samadi Ditangkap


TERSANGKA: Kapolres Batu, AKBP Leonardus H Simarmata memegang barang bukti samurai, sedangkan Kasubag Humas Polres Batu, AKP Waluyo memegang barang bukti batu. (IRA RAVIKA/MALANG POST)

BATU – Anggota Polres Batu berhasil mengungkap empat pelaku pengeroyokan, yakni Oki Monestian Adi, 35 tahun, warga Perum Batu Permai, Kelurahan Temas, Fauzi Ramma alias Ugik, 28 tahun, warga Jalan Kapten Ibnu, Kelurahan Sisir, Rizki Darmawan, 23 tahun, warga Jalan Wukir Gg 4, Kelurahan Temas dan Imam Firmansyah, 21 tahun, warga Jalan WR Supratman, Kelurahan Sisir.
Keempat tersangka ini ditangkap petugas Senin (4/7) lalu setelah melakukan pengeroyokan terhadap korbannya, Renata Septa Baskoro, 24 tahun, warga Jalan Samadi, Kelurahan Pesanggrahan, Kecamatan/Kota Batu.
“Tersangka baru kami rilis hari ini karena sebelumnya masih dilakukan pengembangan, karena ada tersangka lain yang sampai saat ini belum diamankan,’’ kata Kapolres Batu AKBP Leonardus H Simarmata P, kemarin.
Kapolres menjelaskan, penganiayaan terjadi pukul 02.30. Awalnya korban bersama dua temannya yakni Rudi dan Bella datang ke alun-alun. Namun karena lapar, korban pun membeli makan di warung lalapan Sodiq, Jalan Gajahmada (depan toko Amal, Kota Batu. Sementara dua temannya  menunggu di gedung strawberry.
Saat berjalan inilah Baskoro bersenggolan dengan Boby yang dinihari itu bersama Fauzi. Apa karena emosi, yang pasti saat itu  Boby dan Fauzi langsung mengeroyok korban, hingga membuat pipi kiri korban mengalami luka robek.
Saat itu, Baskoro sempat dibawa pulang oleh warga. Tapi demikian, karena tidak terima, Baskoro kembali datang ke TKP sekitar pukul 05.30. Saat itu Baskoro tidak datang dengan tangan kosong, tapi membawa pedang.
Sementara Fauzi, melihat Baskoro, dia  kembali emosi. Apalagi dia mengetahui jika Baskoro adalah orang yang arogan dan suka menang sendiri. Sehingga begitu, Baskoro menghentikan motornya, pengeroyokan babak kedua pun terjadi. “Saat itu tersangka FR bersama dengan tiga kawannya, yakni OMA (Oki Monestian Adi), RD (Rizki Darmawan) dan IF (Imam Firmansyah), lansung mengeroyok korban,’’ kata Kapolres.
Para tersangka ini dengan bringas memukul korban. Tidak hanya menggunakan tangan kosong, tapi mereka juga memukul korban menggunakan tongkat dan batu paving. Bahkan batu paving itu dipukulkan tersangka tepat di kepala korban. Imbasnya, korban yang mengalami luka robek di kepala dan luka lebam di sekujur tubuh ini langsung tidak sadarkan diri.
Begitu tidak sadarkan diri, para tersangka memilih kabur. Mereka membawa motor dan pedang milik korban.
“Korban saat itu langsung ditolong warga, untuk dibawa ke RS Hasta Brata,’’ katanya, sembari menyebutkan selain menolong korban, warga juga melapor ke Polsek Batu.
Laporan warga ini langsung ditindak lanjuti. Terbukti, empat tersangka yang melakukan pengeroyokan dapat diamankan. Keempatnya ditangkap petugas di rumah masing-masing.
“Para tersangka ini dikenakan pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara,’’ tandas Kapolres.
Sementara itu, empat tersangka ini mengaku jika dia mengeroyok Baskoro lantaran jengkel melihat ulah korban setiap harinya. Sifat mentang-mentang yang ditunjukkan korban ini kerap membuat para tersangka tersinggung. “Kami kenal satu sama lain, tapi karena dia itu mentang-mentang, membuat kami jengkel,’’ tandas salah satu tersangka. (ira/feb)