Penipu Online Masih Gentayangan

MALANG- Tidak ada habisnya penipuan online terjadi dan merugikan warga Kota Malang. Amita Wibowo, 74, dan Yenita Maurina, 24, menjadi korban penipuan online hanya berselang satu hari saja dengan modus yang berbeda. Penipuan online mencatut nama perusahaan besar terjadi pada Amita Wibowo, 74, warga Jalan Semeru Malang. Amita diming-imingi oleh bonus hadiah pencairan PT Taspen. Kasubbag Humas Polres Malang Kota, AKP Nunung Anggraeni mengatakan korban mendapat telpon dari seseorang. Penelpon mengaku pegawai PT Taspen Malang, Rabu (10/8) lalu. Dia menyebutkan bahwa korban mendaparkan pencarian dana dari perusahaan tersebut. “Korban percaya dan menurut pergi ke ATM untuk melakukan transaksi,” ungkap dia. Tenyata setelah dipandu, saldonya malah berkurang Rp 4,7 juta. Keesokan harinya giliran Yenita Maurina, warga Jalan Rukem Malang yang tertipu. Kali ini modus penipuan online adalah tawaran mengikuti tes psikologi kerja. Awalnya, Nunung kembali menjelaskan bahwa korban mendapatkan pesan teks beserta email dari pihak yang mengaku berasal dari perusahaan Rizky Mandiri Tour and Travel yang menyebutkan bahwa korban telah terpilih untuk mengikuti tes psikologi Bank Mega. “Jadi korban memang pernah melamar via email ke Bank Mega. Tidak tahu darimana, pihak pelaku bisa mendapatkan kontak dan menghubungi korban untuk melakukan penipuan tersebut,” terang Nunung. Kemudian seperti yang sudah-sudah, korban diinstruksikan untuk terlebih dahulu melakukan pembayaran sebagai salah satu persyaratan via transfer di ATM untuk biaya akomodasi perjalanan mengikuti test tersebut. Setelah itu, korban mentransfer Rp 2,5 juta. Setelah melakukan transfer tersebut, korban kemudian dimintai kembali untuk melakukan transfer uang sebesar Rp 699.000 untuk biaya akomodasi tambahan, dan korban mengikuti instruksi tersebut. “Setelah itu diminta lagi, tapi korban sudah curiga dan tidak mau. Setelah itu sambungan telpon terputus dan ketika dihubungi lagi sudah tidak pernah diangkat,” tandas Nunung. Polres Malang Kota mengingatkan warga agar tidak mudah percaya dengan tawaran apapun yang berujung pada permintaan uang. (ica/mar)