Penjaga Pintu KA Disambar Malioboro


MELINTAS : KA Malioboro yang melayani rute Malang-Yogjakarta melintas di daerah Wlingi. (IST/MALANG POST)

BLITAR - Gara-gara asyik mendengarkan lagu dari headset telepon selulernya, Pendi, 19, penjaga palang pintu perlintasan kereta api (KA) di jalan raya jurusan Malang-Blitar atau tepatnya, di Desa Siraman, Kecamatan Kesamben, tersambar KA, kemarin siang.
Namun demikian, korban selamat meski mengalami luka parah di sekujur tubuhnya. Informasinya, saat asyik mendengar lagu itu, ia menggunakan headset sambil duduk di bantalan rel, sehingga tak mengetahui kalau ada KA melaju ke arahnya.
“Meski mengalami luka parah namun korban selamat dan saat ini dirawat di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Untungnya, saat kejadian itu, korban dengan cepat ditolong warga,” kata Kapolsek Kesamben, AKP Hartomo.
Menurutnya, kejadian itu berlangsung pukul 09.55. Saat itu, korban yang asal Dusun Brongkos, Desa Siraman, Kecamatan Kesamben itu sedang piket sendirian. Di saat piket itu, ia yang masih magang tidak bertugas di dalam posnya.
Dia asyik mendengarkan musik dari telepon selulernya, dengan duduk di bantalan rel. Bersamaan itu, ada KA Malioboro, jurusan Malang-Yogjakarta sedang melintas ke arahnya sehingga korban tak terdengar karena telinganya tertutup headset.
Akibatnya, saat KA penumpang itu melintas di posnya, korban langsung terserempet. “Saat ditolong warga, headsetnya masih menempel di telinganya. Bahkan, lagu yang didengarnya masih berbunyi di telepon selulernya,” paparnya.
Untungnya, tak ada korban lainnya, meski palang pintu KA itu tak tertutup saat KA itu melintas. Padahal siang itu, kendaraan bermotor lagi padat melintas di TKP tersebut. “Meski palang pintunya tak ditutup, namun pengendara kendaraan langsung sigap berhenti,” ucap dia.
Para pengendara ini mendengar suara klakson KA. “Sementara, korban sendiri tak terdengar suara klakson KA atau aba-aba lainnya, karena telinganya tertutup headset,” kata Hartomo. Korban masih selamat karena sempat lompat.
“Korban menyelamatkan diri ketika KA sudah di dekatnya. Namun tubuhnya masih tersambar KA, hingga terpental tujuh meter. Dia lalu ditolong warga yang tinggal tidak jauh dari rel KA tersebut,” tutup perwira polisi ini. (so/mar)