Polhut Vs Pencuri Amankan 40 Gelondong Kayu

BLITAR - Lagi, pencuri kayu hutan berhasil meloloskan diri, meski sudah dipergoki petugas polisi hutan (polhut), dini hari kemarin. Akhirnya, petugas hanya mendapatkan kayu jati curian sebanyak 40 gelondong karena ditinggal kabur pelakunya.
Pencurian itu terjadi di hutan RPH Kepek, Desa Ngene, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar. Pengungkapan itu berawal dari empat petugas melakukan patroli, dengan menyisir hutan yang ada di tepi desa tersebut.
Saat patroli dengan mengendarai mobil dinas Polhut, petugas memergoki enam orang sedang menata kayu jati curian, yang akan diangkut ke luar hutan. Melihat ada pencuri sedang beraksi, petugas langsung mendekatinya.
Namun, pelaku dengan cepat kabur ke dalam hutan, dengan mengendarai sepeda motornya. Namun, oleh petugas tak dikejar karena mereka lebih paham jalan kabur ke dalam hutan. Ditambah, jumlah mereka lebih banyak.
"Yang penting, kita bisa menggagalkan aksinya dan sekaligus bisa mengamankan kayu curiannya. Sebab, petugas sendiri juga tak bawa senjata api, sehingga khawatir terjadi perlawanan,” urai  Anis Kusnandar, Kepala KPH (kesatuan pemangkuan hutan) Blitar.
“Karena itu, ke depan, kami akan melakukan operasi gabungan dengan polisi,” kata yang baru dua minggu menjabat. Dari kayu curian yang diamankan tersebut, menurut Anis, itu tergolongan kayu jenis KU2 atau usianya di atas 20 tahun.
Hasil pengecekan petugas, pelaku menebang kayu Jati itu di petak 105, dengan sebanyak 10 pohon. Kerugiannya ditafsirkan sekitar Rp 50 juta. "Dugaan kami, pelakunya itu warga sekitar hutan, sehingga kami harus waspada. Mereka paham betul dengan jam patroli petugas," ungkapnya. (agp)