Polisi Asusila Tangkap Pemuda Wagir


DIBUI : Danang Bagus Pradana digelandang petugas UPPA Polres Malang ke dalam sel. (AGUNG PRIYO/MALANG POST)

MALANG - Kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur, masih terus terjadi di wilayah Kabupaten Malang. Akhir pekan kemarin, Unit UPPA Polres Malang menangkap Danang Bagus Pradana, 21, warga Desa Pandanlandung, Wagir.
Ia dijebloskan ke dalam terali besi, atas tuduhan pencabulan. Korbannya sebut saja namanya Juwita, 16, tetangga sendiri. Korban disetubuhi oleh tersangka ketika diajak menginap di rumahnya.
“Tersangka kami tangkap di rumahnya, setelah keluarga korban melapor ke kami,” jelas Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adam Purbantoro. Diperoleh keterangan, hubungan antara Danang dengan Juwita, adalah sepasang kekasih.
Keduanya menjalin asmara sejak beberapa bulan lalu, setelah saling mencintai. Dari hubungan asmara tersebut, keduanya beberapa kali melakukan hubungan layaknya suami istri. Terakhir pada awal September 2015 lalu.
Saat itu, Danang menghubungi korban untuk janjian bertemu di depan kampus Universitas Merdeka  (Unmer) Malang. Setelah bertemu, Danang mengajak korban jalan-jalan. Mungkin karena kemalaman, korban lantas diajak menginap di rumahnya.
Kebetulan saat itu, rumah Danang sedang sepi. Ketika menginap tersebut, korban kembali disetubuhi sekali. Baru keesokan harinya, korban diantarkan pulang. Orangtuanya yang curiga karena semalaman tidak pulang, lalu menanyakan kepada korban.
Kendati semula menutupi, namun Juwita akhirnya menceritakan semuanya. Lantaran tidak terima itulah, akhirnya orangtua Juwita melaporkannya ke Polres Malang, hingga Danang diamankan. “Kami melakukannya karena suka sama suka,” kata Danang. (agp/mar)