Polisi Belum Tetapkan Tersangka Soal K3


MALANG - Pasca insiden kecelakaan kerja di area proyek pembangunan Kolam Renang Indoor International Stadion Kanjuruhan Kepanjen,  DPRD Kabupaten Malang langsung turun ke lokasi. DPRD bereaksi keras atas runtuhnya kerangka atap bangunan, yang menewaskan seorang pekerja dan mengakibatkan enam pekerja lainnya luka-luka. Sesuai hasil pantauan DPDR, terindikasi pihak kontraktor mengabaikan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Agar hasilnya semakin gamblang, dalam waktu dekat, dewan akan membentuk Panitia Khusus (Pansus). Pansus yang terbentuk ini, nantinya yang akan menyelidiki sekaligus mengawasi proyek yang dikerjakan sejak 2013. Pernyataan tersebut, disampaikan Unggul Nugroho, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang, saat sidak kemarin siang.
"Setelah ini (dari sidak, Red) kami akan berkoordinasi dengan Komisi D, untuk membentuk Pansus terkait masalah ini," ungkap Unggul Nugroho.
Dalam sidak-nya kemarin, politisi dari Partai Gerindra ini, memastikan bahwa proyek pembangunan Kolam Renang Indoor bertaraf International, tidak memperhatikan keselamatan kerja. Sehingga insiden yang terjadi Selasa lalu, menimbulkan korban jiwa.
"Pihak kontraktor kurang dalam pengamanan atau safety. Ini jelas sangat fatal," katanya.
Apa saja yang dimaksud pengamanan untuk keselamatan kerja? Menurut Unggul, terlihat dari ketiadaan crane di lokasi. Mengingat ini proyek ketinggian mencapai 20 meter.
Soal bestek dari bangunannya ? Unggul, mengaku masih belum bisa menghakimi. Karena harus melihat kontruksi bangunan secara langsung. "Sementara kami tidak bisa masuk ke dalam, karena masih di police line," ujarnya.